DJP Jabar I Serahkan Tersangka Faktur Pajak Fiktif Rp3,29 Miliar ke Kejati Jabar

- Jumat, 23 September 2022 | 09:41 WIB

AYOBANDUNG.COM – Tim Penyidik Kanwil DJP Jawa Barat I melaksanakan penyerahan tahap dua (tersangka dan barang bukti) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat terkait proses penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan dengan tersangka atas nama G dan CJ, di mana berkas perkara atas tersangka tersebut telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum, Bandung, Kamis, 22 November 2022.

Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan (P2IP) Kanwil DJP Jawa Barat I Rahmad Wahyudi mengatakan G bersama-sama dengan CJ selama kurun waktu masa pajak Februari 2017 sampai dengan Desember 2017 diduga telah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan yaitu dengan sengaja menerbitkan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya melalui Wajib Pajak PT DR.

“Terhadap keduanya disangkakan melakukan tindak pidana di bidang perpajakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39A huruf a jo Pasal 43 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 2021 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP untuk masa pajak Februari 2017 s.d. Desember 2017 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 6 (enam) tahun serta denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak dalam faktur pajak dan paling banyak 6 (enam) kali jumlah pajak dalam faktur pajak,” ungkapnya.

Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka, menurut Rahmad adalah G bersama-sama dengan CJ melalui PT DR diduga dengan sengaja menerbitkan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya. Penerbitan faktur pajak PT DR tidak disertai dengan transaksi ekonomi berupa transfer barang/jasa, pembayaran dan/atau penerbitan tidak sesuai dengan progress pekerjaan yang sebenarnya.

“Tindak pidana tersebut diindikasikan telah menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dari sektor perpajakan sekurang-kurangnya sebesar Rp3.295.592.940,00 (tiga milyar dua ratus sembilan puluh lima juta lima ratus sembilan puluh dua ribu sembilan ratus empat puluh rupiah,” ujar Rahmad.

Ia pun mengungkapkan terkait perkara pidana ini telah disita sejumlah barang bukti yang turut diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Selanjutnya tersangka G dan CP ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sumedang oleh Kejaksaan.

“Penegakan hukum pidana perpajakan tetap dilakukan sebagai pengingat kepada seluruh Wajib Pajak agar selalu menaati ketentuan perpajakan dan tidak melakukan perbuatan pidana sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, khususnya terkait penerbitan dan/atau penggunaan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya,” pungkas Rahmad.

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berusia 17 Tahun, LPS Ungkap Rencana Selanjutnya

Kamis, 22 September 2022 | 16:26 WIB

Saat Isu Akuisisi, Laba BTN Syariah Menggila

Minggu, 18 September 2022 | 16:03 WIB

BTN Syariah on Track Dukung Program Pemerintah

Senin, 12 September 2022 | 19:06 WIB

bank bjb Raih Top GRC Award 2022

Selasa, 6 September 2022 | 19:58 WIB
X