Kinerja APBN Jawa Barat Semakin Baik di Tengah Risiko Global

- Selasa, 28 Juni 2022 | 15:38 WIB
Ilustrasi -- APBN Jawa Barat. (Pixabay)
Ilustrasi -- APBN Jawa Barat. (Pixabay)

AYOBANDUNG.COM - Pemulihan ekonomi Jawa Barat masih tetap dibayangi tantangan dan risiko global, sehingga peran APBN sebagai shock absorber sangat diperlukan dengan tetap memperhatikan kinerja APBN agar tetap sehat, sustainabel dan kredibel.

Perkembangan kasus harian Covid-19 di Jawa Barat masih terkendali. Namun kemunculan varian baru perlu diwaspadai karena pandemi Covid-19 belum sepenuhnya selesai. Akselerasi vaksinasi menjadi instrumen utama untuk transisi dari pandemi menuju ke endemi.

Terkendalinya pandemi semakin mendukung peningkatan mobilitas dan perekonomian. Seiring terkendalinya pandemi Covid-19, tantangan dan risiko global bergeser ke arah peningkatan harga komoditas, memanasnya tensi geopolitik, serta percepatan pengetatan moneter AS.

Triwulan I 2022 perekonomian Jawa Barat tumbuh positif 5,61 persen dan diharapkan terus berlanjut di triwulan berikutnya. Bank Indonesia memprediksikan Perekonomian Indonesia tumbuh pada rentang 4,7%-5,5% (yoy) dampak eskalasi tensi geopolitik global.

"Kinerja APBN Jawa Barat hingga 31 Mei 2022 masih mencatatkan surplus. Namun kondisi sampai menjelang akhir triwulan II sebagai dampak risiko global ke belanja, masih harus terus diakselerasi melalui upaya optimal untuk memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jabar Tavianto Nugroho, Senin 27 Juni 2022.

Realisasi belanja negara di Jawa Barat sampai dengan akhir Mei 2022 mencapai Rp39,57 triliun atau 35,79 persen dari target APBN 2022. Realisasi Belanja Negara tersebut meliputi Belanja Pemerintah Pusat tercapai sebesar Rp13,77 triliun atau 31,32 persen dari target APBN 2022 dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar Rp25,80 triliun atau 38,74 persen dari target. Kinerja penyerapan belanja di Jawa Barat, diharapkan semakin terus membaik untuk mendorong pemulihan ekonomi dan pencapaian target pembangunan.

Hingga akhir bulan Mei 2022, realisasi Pendapatan Negara di Jawa Barat tercatat sebesar Rp63,03 triliun atau 53,48 persen dari target APBN tahun 2022. Capaian tersebut lebih tinggi Rp17,77 triliun dari periode yang sama tahun lalu, melanjutkan tren kinerja positif yang terjadi pada bulan April 2022. Dari sisi pertumbuhannya, realisasi Pendapatan Negara di Jawa Barat tumbuh 39,29 persen (yoy).

Dari sisi penerimaan pajak, hingga akhir Mei 2022 capaian tercatat sebesar Rp41,53 triliun atau 51,96 persen terhadap target APBN. Penerimaan pajak tersebut tumbuh sebesar 34,22 persen secara (yoy). Secara nominal, penerimaan pajak didorong pertumbuhan positif dari komponen Pajak Penghasilan (PPh) tumbuh sebesar 42,85 persen, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM tumbuh sebesar 25,74 persen, dan Pajak Bumi dan Bangunan tumbuh sebesar 16,86 persen. Kinerja pajak konsisten tumbuh positif karena kebijakan insentif pajak dan pulihnya aktivitas ekonomi Jawa Barat.

Penerimaan Pajak sampai dengan Mei 2022 ditopang oleh lima sektor dominan yang menyumbang 79,83 persen penerimaan pajak Provinsi Jawa Barat. Mayoritas sektor utama penerimaan pajak terus melanjutkan tren pertumbuhan yang positif bulan sebelumnya. Sektor Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran serta Kegiatan Jasa Lainnya tumbuh cukup signifikan dimana kinerjanya didorong oleh peningkatan produksi, ekspor dan impor, serta konsumsi masyarakat akibat pulihnya permintaan global dan domestik dimana masing-masing memiliki kontribusi sebesar 47,73 persen, 19,72 persen dan 5,12 persen. Untuk sektor Jasa Keuangan dan Asuransi berkontribusi sebesar 3,68 persen karena peningkatan setoran PPh 21, profitabilitas mulai membaik. Sedangkan Sektor Real Estat memiliki kontribusi dalam penerimaan pajak sebesar 3,56 persen yang kinerjanya didorong oleh pertumbuhan aktivitas konstruksi.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X