Cara Mengoptimalkan Potensi Ekonomi Digital

- Selasa, 28 Juni 2022 | 09:49 WIB
Everidea Education menggelar acara webinar rutin bulanan bertajuk EverTalks 18 Optimalisasi Potensi Ekonomi Digital Indonesia, 24 Juni 2022.
Everidea Education menggelar acara webinar rutin bulanan bertajuk EverTalks 18 Optimalisasi Potensi Ekonomi Digital Indonesia, 24 Juni 2022.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Everidea Education menggelar acara webinar rutin bulanan bertajuk EverTalks #18 "Optimalisasi Potensi Ekonomi Digital Indonesia", 24 Juni 2022.

Webinar ini dihadiri masyarakat Indonesia dari berbagai daerah, dengan total 1.000 partisipan di platform zoom dan live streaming youtube Everidea Education sebanyak 3.434 views.

EverTalks #18 "Optimalisasi Potensi Ekonomi Digital Indonesia" menghadirkan tiga orang pembicara inspiratif yakni Ogi Prastomiyono sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK, Wayah Wiroto sebagai Managing Director Endeavor Indonesia, dan Seno Soemadji yang merupakan Managing Director Accenture.

Baca Juga: Nasib Puluhan PKL Belum Jelas, Dewan: Perencanaan Alun-alun Cililin Tak Matang 

Topik webinar ini membahas bahwa perkembangan ekonomi merupakan suatu pondasi besar dan sebagai indikator keberhasilan dalam membangun suatu negara. Perkembangan ekonomi Indonesia sendiri secara statistik meningkat. Perkembangan ekonomi tersebut juga bertumbuh seiring dengan adanya kemajuan teknologi.

Ogi Prastomiyono mengatakan, "Sekarang terjadi suatu kondisi new normal atau less contact economy, yaitu perubahan gaya hidup dan tatanan ekonomi selama pandemi mempengaruhi bagaimana bentuk normal baru".

Beliau juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa sektor potensial yang akan tumbuh dengan dukungan teknologi, di antaranya fintech lending, urban planning, energy, e-commerce, health, dan manufacturing."

Baca Juga: Pentingnya Perencanaan Keuangan dan Cara Memakai Topic Cluster sebagai Senjata SEO Paling Ampuh 

Seno Soemadji mengatakan, "Karena ini topiknya menggali potensi ekonomi digital, bahwa ekonomi digital Indonesia akan tumbuh sekitar 8 kali lipat, nilainya saat ini 622 trilliun akan di prediksi menjadi 4.531 trilliun. Salah satu pondasi yang akan mendorong pertumbuhan ini berasal dari e-commerce, dan pada tahun 2030 di prediksi B2B tumbuh sebesar 764 trilliun, healtech sebesar 8% terutama adanya tekanan di masa pandemi kemarin."

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X