Warga Indonesia Belanja Gim hingga 2 Milyar Dolar AS per Tahun, 8 Juta Terserap Gim Lokal

- Kamis, 23 Juni 2022 | 23:06 WIB
Festival Gim Indonesia di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Kamis, 23 Juni 2022. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Festival Gim Indonesia di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Kamis, 23 Juni 2022. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM — Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan mencatat, masyarakat di Indonesia membelanjakan senilai dua miliyar dolar AS untuk gim per tahun.

Dari besaran nilai tersebut, sebanyak delapan juta terserap untuk gim lokal. Delapan juta itu, kata Oke, terbagi menjadi dua sektor, yakni dua juta yang terdistribusi gim lokal sedangkan enam juta lainnya gim lokal banyak yang digunakan oleh mancanegara.

Perhitungan ini, kata Oke, berdasarkan kajian analisis yang dilakukan oleh Asosiasi Gim Indonesia atau AGI sebagai bahan rujukan untuk pengembang gim lokal.

"Dan itu menambah devisa (negara) juga," kata Oke Nurwan ketika ditemui di acara Festival Gim Indonesia di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Kamis, 23 Juni 2022.

Baca Juga: Kemendag Gencar Pasarkan Ekonomi Digital ke Pasar Ekspor, 2 Hal Ini Jadi Fokus

Menurut Oke, perkembangan gim lokal sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 1999 lalu. Dalam catatannya, perkembangan gim lokal ini menunjukkan lonjakkan yang signifikan dalam lima tahun terakhir.

Perkembangan itulah, lanjut Oke, yang membuat perkembangan industri gim menjadi bagian dari ekonomi digital. Walau saat ini porsi terbesar ekonomi digital masih dipegang oleh e-commerce dengan 62 persen, tapi pihaknya meyakini pada 2030 nanti, industri gim bisa menjadi salah satu pemasok terbesar untuk ekonomi digital.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan mencatat, masyarakat di Indonesia membelanjakan senilai dua miliyar dolar AS untuk gim per tahun. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)

"Sekarang ekonomi digital yang paling besar porsinya sekitar 62 persen itu e-commerce, tapi itu baru 4 persen untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada 2030 nanti, diperkirakan ekonomi digital itu menjadi 18 persen. Porsi e-commerce juga tidak selalu mendominasi. Mungkin nanti e-travel terjadi, sektor lain di ekonomi digital pun akan tumbuh termasuk gim," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X