WJIM 2022 Dorong Peningkatan Daya Saing Industri Pengolahan Jabar Lewat LCS

- Rabu, 15 Juni 2022 | 19:20 WIB
WJIM 2022 Dorong Peningkatan Daya Saing Industri Pengolahan Jabar Lewat LCS
WJIM 2022 Dorong Peningkatan Daya Saing Industri Pengolahan Jabar Lewat LCS

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- West Java Industrial Meeting (WJIM) kembali digelar pada tahun 2022 ini. WJIM 2022 mengangkat isu sinergi dukungan bagi pelaku industri dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing melalui berbagai kemudahan, termasuk menekan biaya transaksi kegiatan ekspor-impor yang saat ini masih memiliki ketergantungan terhadap single currency (USD), melaui optimalisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) dan instrumen pendukung kegiatan ekspor-impor lainnya.

Berbicara mengenai LCS Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Herawanto menyampaikan, secara sederhana LCS adalah penyelesaian transaksi bilateral antara dua negara yang dilakukan dalam mata uang masing-masing negara dimana settlement transaksinya dilakukan di dalam yuridiksi wilayah negara masing-masing.

Instrumen ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang hard currencies (terutama USD) dengan mendorong penggunaan mata uang lokal untuk settlement perdagangan dan investasi.

"Melalui LCS, pelaku usaha di sektor riil dapat memperoleh berbagai manfaat, salah satu diantaranya biaya transaksi perdagangan internasional yang semakin murah sehingga meningkatkan efisiensi dan mendorong daya saing produk di pasar internasional," ucap Herawanto, di Hotel Trans Luxury Bandung Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (15/06/2022).

Dari sudut pandang yang lebih makro, implementasi LCS yang semakin optimal ke depan akan turut memberikan andil pada kestabilan nilai Rupiah, seiring dengan ketergantungan terhadap mata uang hard currencies yang berkurang. Saat ini LCS telah diimplementasikan di Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang dan Tiongkok, melibatkan 5 mata uang lokal yakni Rupiah, Ringgit, Baht, Yen dan Yuan.

Selain itu, Herawanto mengatakan, WJIM ini diharapkan mampu terus meningkatkan kinerja dan mendorong daya saing industri pengolahan Jawa Barat sehingga mampu memantapkan kontribusi manufaktur Jawa Barat terhadap perekonomian nasional yang saat ini mencapai 28,27% terhadap perekonomian, dan 23,43% terhadap ekspor nasional dengan potensi yang dapat terus meningkat. 

"Dalam lingkup Jawa Barat, selain sebagai kontributor terbesar sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi dan ekspor, dalam satu tahun terakhir ini Jawa Barat juga tercatat sebagai provinsi dengan pangsa nilai transaksi LCS terbesar secara nasional," kata Herawanto.

Di Jawa Barat, telah terdapat 439 perusahaan yang telah mengimplementasikan LCS. Besarnya pangsa pemanfaatan LCS oleh industri di Jawa Barat, membuat penyelenggaraan WJIM 2022 menjadi sangat strategis guna semakin memasifkan implementasi LCS secara nasional.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, pihaknya mengapresiasi WJIM 2022 karena merupakan kolaborasi dari seluruh kelembagaan dalam rangka menyikapi ekonomi di Jawa Barat.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

X