Tanam 2061 Pohon Mangrove, bank bjb Dukung Indonesia Bersih dari Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris

- Kamis, 26 Mei 2022 | 11:26 WIB
bank bjb mendukung gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) demi mewujudkan sistem keuangan yang kuat. (dok bank bjb)
bank bjb mendukung gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) demi mewujudkan sistem keuangan yang kuat. (dok bank bjb)

PANGANDARAN, AYOBANDUNG.COM - bank bjb mendukung gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) demi mewujudkan sistem keuangan yang kuat, berintegritas, dan berkelanjutan.

Dalam rangka 2 Dekade Gerakan APU PPT Indonesia, bank bjb kolaboraksi penanaman 2061 pohon Mangrove dari 10.000 pohon Mangrove pada tahun 2022 ini.

Acara tersebut dihadiri Direktur Kepatuhan bank bjb Cecep Trisna, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, Pejabat Pemprov Jabar, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Kepala Kantor Regional 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Indarto Budiwitono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto, serta pejabat terkait lainnya.

Kegiatan ini mendapat dukung penuh dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon Mangrove merupakan salah satu upaya untuk membangun kesadaran masyarakat lebih aktif menanam pohon dan merawatnya.

Penanaman pohon Mangrove juga akan meningkatkan luasan dan kualitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai fungsi esensial ekologis dan ruang kehidupan yang lebih berkualitas.

“Kegiatan menanam pohon Mangrove dapat dijadikan momentumk strategis dalam upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan serta sebagai bagian dari upaya konservasi sumber daya air,” kata Ridwan Kamil.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan bank bjb Cecep Trisna mengatakan bank bjb berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan pencucian uang serta pendanaan terorisme di Indonesia.

Penerapan program APU PPT bank bjb diimplementasikan berdasarkan pendekatan berbasis risiko, dan dengan berpedoman pada penguatan 5 pilar, yakni Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi, Kebijakan & Prosedur, Pengendalian Intern, Sistem Informasi Manajemen, serta Pelatihan & Sumber Daya Manusia.

Baca Juga: bank bjb Raih Apresiasi Editor Choice 2.0, Dukung Pembangunan Perekonomian Jawa Barat

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bantuan Tenaga Pendidik Agama di Apresiasi DPRD Jabar

Senin, 30 Agustus 2021 | 15:20 WIB
X