Waspadai Pemerasan Jasa Sadap WhatsApp, Masyarakat Diimbau Lakukan Ini

- Jumat, 13 Mei 2022 | 17:46 WIB
Waspadai Pemerasan Jasa Sadap WhatsApp, Masyarakat Diimbau Lakukan Ini.ilustrasi (unsplash/asterfolio)
Waspadai Pemerasan Jasa Sadap WhatsApp, Masyarakat Diimbau Lakukan Ini.ilustrasi (unsplash/asterfolio)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Praktisi keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengimbau masyarakat mewaspadai tindakan pemerasan jasa menyadap Whatsapp.

"Jika ada yang mengatakan bisa menyadap Whatsapp, aplikasi Signal, atau Instagram yang sudah dienkripsi (pengonversian informasi menjadi kode rahasia sehingga mengaburkan data yang dikirim, diterima, atau disimpan), Anda perlu langsung curiga dan jangan percaya. Keinginan ini dimanfaatkan oleh penipu untuk mendapatkan keuntungan finansial," kata Alfons dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (13/5).

Alih-alih berhasil menyadap WhatsApp, lanjut dia, penyedia jasa justru melakukan aksi pemerasan. Yakni, jika korban tidak membayarkan sejumlah uang yang diklaim untuk menyadap, aksi penyadapan tersebut akan dilaporkan kepada pemilik nomor yang akan disadap.

Baca Juga: 10 Realme Terbaru 2022, Cek Harga GT Neo 3 hingga Realme 9 5G per Mei 2022

Menurut Alfons, Whatsapp telah menerapkan sistem enkripsi end to end yang unik untuk setiap percakapan demi menjaga privasi pengguna. Sehingga, mustahil bagi orang awam untuk memecah enkripsi tersebut.

"Whatsapp menerapkan enkripsi end to end yang unik untuk setiap percakapan di mana yang memiliki kunci membuka percakapan yang dienkripsi hanyalah perangkat pengguna Whatsapp bersangkutan. Trafik antarpengguna WhatsApp bisa disadap dengan mudah, namun karena dienkripsi dengan kunci khusus tadi, hasil sadapan itu tidak akan bisa dibaca," kata Alfons.

Bahkan, kata dia, untuk memecahkan enkripsi Whatsapp, diperlukan aplikasi setara dengan aplikasi Pegasus seharga sekitar 500 ribu dolar AS atau Rp 7 miliar. "Aplikasi tersebut hanya bisa digunakan oleh badan intelijen dan pemerintahan," kata Alfons.

Baca Juga: Ini Beda Gaji ke 13 CPNS PNS dan PPPK yang Harus Anda Tahu

Lebih lanjut, Alfons memberikan contoh kasus pemerasan jasa menyadap Whatsapp yang ditemukan oleh Vaksincom. "Ada aksi dari salah satu pemeras yang mencari korban melalui akun Twitter @jasasadapchat. Ia memanfaatkan keluguan korbannya untuk mendapatkan keuntungan finansial," ujarnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X