Hijrah Masjid Bantu Dorong Digitalisasi Ekonomi Syariah di Jawa Barat

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:36 WIB
Hijrah masjid bantu dorong digitalisasi ekonomi syariah di Jawa Barat. (Freepik)
Hijrah masjid bantu dorong digitalisasi ekonomi syariah di Jawa Barat. (Freepik)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong inklusi keuangan meningkat di tengah kehidupan masyarakat. Hal ini dinilai penting seiring perkembangan digitalisasi, termasuk terus bermunculannya penyelenggara fintech, termasuk fintech syariah.

Menurut Jokowi, kemunculan berbagai perbankan dan asuransi berbasis digital serta e-payment saat ini pun harus mendapatkan dukungan pemerintah. “Perkembangan yang cepat ini harus dijaga, harus dikawal, sekaligus difasilitasi untuk tumbuh secara sehat untuk perekonomian masyarakat kita,” ujar Jokowi, mengutip Republika (jaringan Ayobandung.com).

Jokowi meminta momentum ini dimanfaatkan dengan membangun ekosistem keuangan digital yang kuat dan berkelanjutan. Selain itu, dia meminta agar pembiayaan fintech harus didorong untuk kegiatan produktif.

Dia berpesan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pelaku usaha dalam ekosistem ini memastikan inklusi keuangan diikuti dengan percepatan literasi keuangan dan literasi digital sehingga manfaatnya terasa untuk masyarakat luas.

“Inklusi keuangan juga harus memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya masyarakat lapisan menengah ke bawah, menjadi solusi untuk menekan ketimpangan sosial," ujar dia.

Perihal ini, PT Sarana Pembayaran Syariah (SPS) ikut mengaping tujuan pemerintah dengan menggandeng masjid sebagai basis digitalisasi ekosistem ekonomi syariah.

Mulanya, PT SPS mengembangkan aplikasi yang diperuntukkan untuk masyarakat masjid bernama Hijrah Masjid dan Hijrah Nuswantara. Dua aplikasi ini mempunyai fitur-fitur untuk mewujudkan inklusi keuangan syariah tersebut.

Misalnya aplikasi Hijrah Masjid yang bisa dijadikan saluran program donasi masjid. Lebih jauhnya, aplikasi ini mendorong masjid sebagai pusat sosial, ekonomi, serta pendidikan di lingkungannya.

"Sedangkan aplikasi Hijrah Nuswantara memberikan kemudahaan kepada jamaah masjid, di mana pengaksesnya dapat mengetahui program-program masjid yang telah diintegrasikan, seperti program donasi infaq, sedekah, dan wakaf," kata Chief Financial Officer PT SPS Achmad Fachri kepada Ayobandung.com.

Pada Minggu, 17 Oktober 2021, PT SPS berkesempatan menandatangi MoU dengan DKI Masjid Al Khoir Padalarang, Kabupaten Bandung Barat sekaligus mengenalkan aplikasi anyar milik mereka, bernama Hijrah Loket.

"Hijrah Loket bertujuan mengembangkan potensi masjid dan menjadikan masjid sebagai pusat ekosistem ekonomi syariah," kata Achmad Fachri.

Kedatangan PT SPS ke Masjid Al Khoir untuk menjawab dukungan dari DKM Masjid Al Khoir dalam pengembangaan digitalisasi ekosistem masjid. Selain menjalin MoU, mereka memberikan penjelasan mengenai produk-produk PT SPS secara terperinci.

"Mudah-mudahan setelah ada penandatanganan MoU ini, Masjid Al Khoir akan lebih baik dari kegiatan sebelumnya, dapat menambah lagi kegiatan lainnya, dan bermanfaat bagi warga sekitar, umumnya untuk kaum muslimin," kta Ketua DKM Masjid Al-Khoir Ageung Suganda.

Achmad menerangkan, digitalisasi ekosistem masjid akan terus didorong pihaknya. Sejauh ini, aplikasi Hijrah Masjid sudah diadopsi sejumlah masjid di Provinsi Bali dan NTB. Sementara di Jawa Barat, Masjid Al Khoir menjadi masjid pertama yang didorong sebagai masjid percontohan dengan memanfaatkan produk PT SPS.

Halaman:
1
2

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

6 Usaha yang Menjanjikan di Masa Depan Prediksi Akurat

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:19 WIB

Cara Dapat Uang dari Metaverse, Apa Saja?

Sabtu, 15 Januari 2022 | 20:07 WIB

BNI Dorong Sindikasi di Akhir tahun

Jumat, 31 Desember 2021 | 11:28 WIB

3 Faktor Kopi Kenangan Jadi Unicorn Baru Indonesia

Selasa, 28 Desember 2021 | 13:12 WIB

BNI Luncurkan Sahabat Ibuprenuer

Kamis, 23 Desember 2021 | 15:52 WIB
X