Perawatan dan Penggantian Rantai Sepeda Motor, Konsumen Wajib Pahami

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 19:47 WIB
perawatan rantai sepeda motor; Mengingat pentingnya fungsi rantai, maka konsumen wajib memperhatikan perawatannya sehingga bagian tersebut selalu dapat bekerja dengan baik.  (Yamaha)
perawatan rantai sepeda motor; Mengingat pentingnya fungsi rantai, maka konsumen wajib memperhatikan perawatannya sehingga bagian tersebut selalu dapat bekerja dengan baik. (Yamaha)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Rantai merupakan salah satu komponen penting pada jenis motor bebek dan sport, yang berperan sebagai penggerak kendaraan. Energi gerak motor yang dihasilkan dari kinerja mesin ke roda belakang terjadi berkat daya yang diteruskan oleh rantai.

Mengingat pentingnya fungsi rantai, maka konsumen wajib memperhatikan perawatannya sehingga bagian tersebut selalu dapat bekerja dengan baik. Dengan begitu kinerja maksimalnya dapat mendukung kelancaran aktivitas berkendara penggunanya.

”Rantai merupakan komponen penting pada motor tipe sport dan bebek, yang berfungsi sebagai penerus tenaga ke roda belakang, karenanya perlu mendapatkan perawatan rutin. Kondisi rantai yang aus akan mempengaruhi kinerja rantai. Untuk itu, Yamaha memberikan sejumlah poin perawatan yang bisa dilakukan konsumen, dan kondisi yang harus diperhatikan apabila perlu dilakukan penggantian komponen,” ungkap Riyadi Prihantono, Manager After Sales CS Division, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Baca Juga: Tes Antigen Acak untuk Siswa: Demi Lancarkan PTMT di Kota Bandung

Adapun indikator rantai sudah tidak layak digunakan atau rusak adalah mengeluarkan suara yang berisik, permukaan rantai aus, rantai mudah kendur, tarikan motor terasa berat, tenaga motor tidak maksimal.

Berikut panduan perawatan dan penggantian rantai sepeda motor dari Yamaha :

Perawatan rantai motor

1.Periksa kekencangan, kelancaran dan kondisi rantai serta gear rantai.

-Penyetelan rantai tidak boleh terlalu kencang ataupun longgar, kekencangan rantai harus dijaga agar tetap di batas yang sudah ditentukan. Batas kekencangan rantai (free play) ada pada buku petunjuk pemilik, biasanya di rentang 25-35 mm. Rantai yang terlalu kencang akan membebani mesin dan komponen lainnya, sementara jika terlalu longgar bisa terlepas dan merusak komponen lainnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Mencegah Kecelakaan Mobil Berakibat Fatal

Jumat, 12 November 2021 | 19:54 WIB

Tren Aktivitas Generasi Milenial dengan Sepeda Motor

Rabu, 10 November 2021 | 12:52 WIB

Pameran Kendaraan Listrik di Bandung

Kamis, 4 November 2021 | 15:57 WIB
X