Era Digital Mengubah Pola Komunikasi

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 15:19 WIB
ra digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek komunikasi. Penggunaan media oleh khalayak juga berubah.  (Ist)
ra digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek komunikasi. Penggunaan media oleh khalayak juga berubah. (Ist)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Era digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek komunikasi. Penggunaan media oleh khalayak juga berubah. Teori, konsep dan praktik komunikasi pun ikut berubah sehingga perguruan tinggi pun menghadapi sejumlah tantangan yang berat.

Demikian benang merah yang muncul dalam diskusi virtual Dewan Pakar Aspikom Jabar yang mengusung tema “Peran Media Digital dalam Transformasi Budaya”, Sabtu pagi (9/10).Diskusi diikuti oleh 245 akademisi dan mahasiswa ilmu komunikasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Tampil sebagai pembicara para Dewan Pakar Aspikom Jabar Prof.Dr. Asep S Muhtadi (UIN Bandung), Prof.Dr.Atwar Bajari (Fikom Unpad), Dr.Septiawan Santana (Dekan Unisba), serta praktisi jurnalisme TV, Indy Rahmawati.

Baca Juga: Rekomendasi 14 HP 5G Termurah 2021, dari Xiaomi hingga Samsung!

Menurut Ketua Aspikom Jabar, Dr. Ani Yuningsih MSi, Media digital adalah produk budaya yang mendorong perubahan besar dalam teori, konsep dan praktik komuniasi.

“Komunikasi bermedia digital memaksa terjadinya transformasi budaya dari budaya konvensional ke budaya digital” Ujar Ani. Kondisi seperti ini, menurut Prof Asep S Muhtadi mendorong para ilmuwan komunikasi agar segera menghasilkan teori-teori baru ilmu komunikasi.

Perubahan paling menonjol terjadi dalam komunikasi massa, menurut Dekan Fikom Unisba, Dr Septiawan Santana, suratkabar kini menghilang, televisi makin meredup, radio kian mencari ruang. Sebaliknya media sosial makin merebak.

Wartawan pun berubah status. Kini tidak lagi melembaga. Wartawan abal-abal kian merebak. Wartawan hanya jadi penyampai info dan content creator bukan lagi pelapor berita. Cara kerja wartawan pun kelihatannya semakin mudah, cepat, ringkas dan seketika.

Hal senada diungkapkan jurnalis TV Indy Rahmawati. Jaman dulu, kamera cukup berat, kaset videonya besar. Pengiriman gambarnya sulit dan ribet, pendokumentasian video juga repot. Tetapi sekarang segalanya makin mudah dan murah karena teknologi. Siapa pun saat ini bisa menjadi wartawan.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X