Simpan Uang di Deposito? Alihkan Segera ke Investasi Ini Jika Tak Mau Rugi!

- Selasa, 28 September 2021 | 18:48 WIB
[Ilustrasi] Grafik Investasi; Sejak pandemi menyebar akhir tahun 2019, Indonesia terkena dampak penyebarannya di tahun 2020 dan terus berusaha keluar dari pandemi COVID-19 hingga akhir 2021 saat ini. (Pixabay)
[Ilustrasi] Grafik Investasi; Sejak pandemi menyebar akhir tahun 2019, Indonesia terkena dampak penyebarannya di tahun 2020 dan terus berusaha keluar dari pandemi COVID-19 hingga akhir 2021 saat ini. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sejak pandemi menyebar akhir tahun 2019, Indonesia terkena dampak penyebarannya di tahun 2020 dan terus berusaha keluar dari pandemi COVID-19 hingga akhir 2021 saat ini. Banyak masyarakat mengaitkan kondisi saat ini dengan krisis yang terjadi pada tahun 1998 dan 2008, sebab yang dirasakan masyarakat adalah kesulitan memulihkan sektor ekonomi dan bisnis. 

Direktur utama ERA Indonesia, Darmadi saat ditemui dalam acara launching Bukit Podomoro Jakarta (11/09/21), menjelaskan kondisi krisis saat ini tidak serupa dengan krisis yang terjadi pada tahun 1998 dan 2008. 

“Banyak masyarakat yang tidak mengetahui kondisi sesungguhnya. Krisis yang terjadi tahun 1998 dan 2008 adalah financial crisis, sedangkan yang terjadi pada 2020 hingga saat ini adalah krisis kesehatan” jelas Darmadi. 

Baca Juga: Kurang Tidur Bisakah Tubuh Memulihkan Diri? Ini 6 Tipsnya

Darmadi turut menggambarkan jika krisis yang terjadi adalah krisis keuangan, maka yang terkena dampak adalah sektor keuangan. ini mengakibatkan masyarakat sulit bergerak akibat kondisi keuangan yang tidak memungkinkan. Sedangkan pada tahun 2020 yang terjadi adalah krisis kesehatan. Krisis kesehatan ini disampaikan Darmadi kondisi keuangan sangat baik, namun pergerakan ekonomi dan bisnisnya dipaksa untuk tidak banyak melakukan pergerakan agar krisis kesehatan bisa membaik.

Direktur Utama Era Indonesia itu bahkan menjelaskan lebih lanjut mengenai perbedaan krisis yang terjadi dengan menyampaikan data terdapat Rp 7.000 Triliun yang mengendap di perbankan Indonesia yang tidak kunjung berputar menjadi konsumsi masyarakat. Untuk itu ia memberikan solusi untuk menyimpan uang tersebut melalui investasi properti. 

“Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyimpan uang Anda di investasi properti, kita bandingkan suku bunga KPR dari tahun 2008 di angka 14%, saat ini (2021) adalah yang paling kecil di angka 4-9%” ujar Darmadi

Kecilnya suku bunga KPR perbankan di Indonesia perlu dimanfaatkan lebih serius oleh masyarakat milenial dan generasi Z yang ingin memiliki rumah pertama. Namun sayangnya menurut Darmadi, saat ini masyarakat malah memilih deposito di banding investasi properti, padahal ia menjelaskan suku bunga deposito adalah 2,75% sedangkan inflasi 3% artinya dengan menyimpan deposito, masyarakat justru tidak akan mendapatkan keuntungan

Kondisi-kondisi semacam ini tidak akan menguntungkan jika kita melakukan deposito. Sebaliknya investasi di properti adalah yang paling aman untuk melewati berbagai kondisi terutama ketidakpastian pandemi COVID-19. 

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

bank bjb Resmikan Kantor bjb Sekuritas di Kota Bandung

Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:30 WIB

Waspada Penipuan Mengatasnamakan bank bjb

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:41 WIB

Saham Teknologi Terus Dilirik Investor

Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:07 WIB

5 Usaha Ini Diprediksi Laris Manis Setelah Pandemi

Jumat, 8 Oktober 2021 | 14:57 WIB

bank bjb Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards

Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:31 WIB
X