Menakar Kebangkitan Ekonomi Melalui Koperasi dengan Supply Chain Centre

- Senin, 20 September 2021 | 18:05 WIB
Supply Chain Centre sebuah gagasan transformasi perekonomian Jawa Barat yang terintegrasi dan berdaya saing di masa depan. (Pixabay/Nattanan Kanchanaprat)
Supply Chain Centre sebuah gagasan transformasi perekonomian Jawa Barat yang terintegrasi dan berdaya saing di masa depan. (Pixabay/Nattanan Kanchanaprat)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Supply Chain Centre sebuah gagasan transformasi perekonomian Jawa Barat yang terintegrasi dan berdaya saing di masa depan.

Digitalisasi sektor koperasi menjadi solusi kebangkitan perekonomian di tengah masa sulit pandemi Covid-19.

Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jawa Barat menggelar webinar dengan tema Transformasi Ekonomi Jawa Barat. Menghadirkan 3 narasumber yaitu Yusmar Anggadinata selaku Direktur LAPI ITB, Ahkam Nasution dari Divisi UMKM KPED, dan Rizal Tanzil Rakhman selaku Sekertaris Eksekutif API Jabar.

Dalam paparannya, ketiga narasumber membahas bagaimana pemulihan ekonomi di masa depan melalui Digitalisasi Koperasi. Sistem koperasi dipilih karena menjadi simbol ekonomi negara seperti bapak pendiri bangsa Indonesia, Moh. Hatta sebutkan "Koperasi adalah sokoguru ekonomi nasional."

Kondisi Koperasi di Indonesia

Menurut paparan dari Ahkam Nasution, koperasi adalah wujud dari ekonomi kerakyatan yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945. Tapi hingga kini koperasi tetap belum bisa berkembang, ekonomi kita masih sangat kapitalistik. Bahkan sudah cenderung ke arah crony capitalism.

Hal ini terbukti dengan minimnya kontribusi koperasi terhadap PDB Indonesia hanya 4,5 persen (2018). Masih kalah jauh jika dibandingkan dengan koperasi di beberapa negara yang tidak menyebut ekonomi mereka berasaskan kerakyatan.

Sebagai contoh koperasi menyumbang lebih dari 10% terhadap PDB Singapura, sedangkan New Zealand 17,5%. Jika kita bandingkan dengan Indonesia, jumlah penduduk Indonesia yang menjadi anggota koperasi belum sampai 10%. New Zealand sudah 30%, Norwegia dan Kanada sudah sekitar 40%.

Sedangkan, untuk bisa membuat Koperasi menjadi sistem yang berbasis digital Indonesia masih dalam proses menuju ke arah sana. Berbagai hambatan nampak menghadang, diantaranya :

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada Penipuan Mengatasnamakan bank bjb

Senin, 18 Oktober 2021 | 12:41 WIB

Saham Teknologi Terus Dilirik Investor

Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:07 WIB

5 Usaha Ini Diprediksi Laris Manis Setelah Pandemi

Jumat, 8 Oktober 2021 | 14:57 WIB

bank bjb Raih Tiga Penghargaan TOP GRC Awards

Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:31 WIB

Ciri UMKM Lolos Jadi Penerima BLT BPUM Oktober 2021

Senin, 4 Oktober 2021 | 21:12 WIB
X