Harga Emas Antam Bandung Turun Jadi Rp937.000 per Gram

- Jumat, 3 September 2021 | 11:53 WIB
Harga emas Antam Bandung hari ini. (dok. Republika)
Harga emas Antam Bandung hari ini. (dok. Republika)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berada di angka Rp937.000 per gram pada Jumat, 3 September 2021, atau tidak turun Rp2.000 dari harga kemarin.

Harga emas Antam tersebut berlaku di Butik Emas Logam Mulia Antam di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung.

Berikut daftar harga emas batangan selengkapnya, belum termasuk pajak, dikutip dari logammulia.com.

Emas batangan 0,5 gram: Rp518.500

Emas batangan 1 gram: Rp937.000

Emas batangan 2 gram: Rp1.824.000

Emas batangan 3 gram: Rp2.718.000

Emas batangan 5 gram: Rp4.500.000

Emas batangan 10 gram: Rp8.910.000

Emas batangan 25 gram: Rp22.125.000

Emas batangan 50 gram: Rp44.100.000

Emas batangan 100 gram: Rp88.020.000

Emas batangan 250 gram: Rp219.750.000

Emas batangan 500 gram: Rp439.250.000

Emas batangan 1.000 gram: Rp877.600.000

Baca Juga: Cair September, Cek Nama Anda di Daftar Penerima PKH Hari Ini

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% (untuk pemegang NPWP dan 0,9% untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Penjualan kembali (buyback) emas Antam pada Jumat, 3 September 2021, menjadi Rp831.000 per gram, atau turun Rp1.000 dari harga kemarin. Harga buyback mengikuti pergerakan harga emas dunia.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (untuk pemegang NPWP dan 3 % untuk non NPWP). PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Cara Analisis Harga Emas

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang digemari masyarakat. Emas diketahui sudah digunakan untuk menyimpan kekayaan selama lebih dari 3.000 tahun.

Hal ini dikarenakan emas sangat langka dan bahkan saat ini emas sudah menjadi komoditi yang semakin sulit ditambang. Investasi emas juga sering dijadikan safe haven atau lindung nilai untuk menghindari inflasi.

Harga emas bisa naik ataupun turun setiap harinya. Agar Anda bisa memilih waktu yang pas dalam membeli atau menjual emas, maka Anda sebaiknya melakukan analisis terlebih dahulu.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui apa saja yang menjadi penyebab pergerakan harga emas untuk mendukung hasil analisis Anda.

Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk menganalisis harga emas, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Berikut penjelasannya dirangkum Finansialku.com.

1. Analisa Teknikal

Analisis teknikal merupakan analisis yang menggunakan beberapa jenis chart dan melihat pola yang terjadi, misalnya candlesticks, trend line, dan lainnya. Pada analisis ini, Anda akan melihat pergerakan harga emas melalui chart pada platform trading dan mencoba membentuk pola-pola tertentu untuk membantu Anda memprediksi pasar.

Sekarang, Anda dapat memantau pergerakan harga emas secara real time. Caranya mudah! Anda bisa trading kontrak spot emas GOFX di bursa komoditi ICDX (Indonesia Commodity and Derivatives Exchange) melalui aplikasi trading MetaTrader 5, yang digunakan para trader profesional di dunia.

2. Analisa Fundamental

Untuk analisis fundamental, Anda dituntut untuk rajin membaca berita informasi apapun yang berkaitan dengan emas.

Pergerakan harga emas, salah satunya dipengaruhi oleh fenomena ekonomi yang terjadi di suatu negara. Misalnya, kenaikan tingkat suku bunga, nilai tukar mata uang, serta terpuruknya ekonomi di negara-negara besar.

Baca Juga: Jadwal dan Alamat Lokasi Ujian SKD CPNS 2021 Kota Bandung Lengkap

Penyebab Pergerakan Harga Emas

Agar Anda bisa memprediksi pergerakan harga emas, berikut beberapa indikator yang perlu Anda perhatikan.

1. Kondisi Global

Kondisi ekonomi ataupun peristiwa geopolitik yang terjadi di dunia sering kali mempengaruhi harga emas di dunia, misalnya, pemilihan presiden Amerika Serikat. Terpilihnya Biden membuat pasar optimis akan pemerintahan AS, sehingga nilai USD naik.

Ketika nilai USD naik, pasar biasanya cenderung beralih dari aset ‘aman’ seperti emas. Permintaan yang turun ini membuat harga emas menurun.

2. Penawaran dan Permintaan Emas

Seperti hukum penawaran dan permintaan emas pada umumnya, jika permintaan emas lebih tinggi dari penawaran emas, maka harganya cenderung naik. Sedangkan jika penawarannya lebih tinggi dari permintaannya, maka harganya cenderung turun.

Sampai saat ini, belum ada angka pasti tentang jumlah logam mulia emas yang ada di dunia dan bisa ditambang. Berdasarkan versi pertama dari Thomson Reuters GFMS menyebutkan jumlahnya mencapai 171.300 ton. Sedangkan versi kedua dari James Turk, pendiri Gold Money memperkirakan jumlahnya mencapai 155.244 ton.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa perbedaan tersebut merupakan upaya untuk mengaburkan jumlah stok emas yang sebenarnya. Dengan tidak adanya kepastian jumlah emas yang tersedia, maka pasar akan terus berminat pada emas, sehingga menjaga harga emas tetap stabil.

3. Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat

Harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional yang dikonversi dari Dollar AS. Oleh karena itu, harga emas juga dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar Dollar AS.

Hubungan keduanya berkebalikan. Jika Dollar AS menguat, maka harga emas cenderung turun, seperti pada contoh di poin pertama. Begitu juga sebaliknya, jika nilai tukar Dollar AS melemah, maka harga emas cenderung naik.

4. Inflasi

Semakin tinggi tingkat inflasi, maka harga emas menjadi semakin mahal. Hal tersebut dikarenakan ketika terjadi inflasi, maka nilai uang turun.

Dengan begitu, orang-orang mencari alternatif alat tukar lain yang lebih berharga, seperti emas.

5. Tingkat Suku Bunga

Salah satu patokan kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual emas adalah dengan melihat tingkat suku bunga.

Apabila tingkat suku bunga naik, maka harga emas cenderung turun. Sedangkan jika suku bunga melemah, maka harga emas cenderung naik. Hal tersebut dikarenakan jika suku bunga sedang tinggi, maka masyarakat tertarik untuk menyimpan uang mereka di bank.

Baca Juga: Cara Daftar Vaksin Covid-19 Cimahi September 2021 Terkini, Catat Lokasi dan Syaratnya

Waktu yang Tepat untuk Berinvestasi Emas

Untuk menganalisis pergerakan harga emas, Anda bisa menggunakan analisis teknikal, analisis fundamental, ataupun keduanya. Analisis tersebut dapat didukung dengan pemahaman tentang penyebab-penyebab pergerakan harga emas.

Jika Anda investasi emas untuk jangka panjang atau sebagai safe haven, maka Anda bisa mulai investasi emas dari sekarang, karena nilai emas cenderung naik dalam jangka panjang. Misalnya investasi emas fisik.

Namun, jika tujuan Anda adalah untuk investasi jangka pendek dan tidak ingin direpotkan dengan penyimpanan emas fisik, Anda bisa trading kontrak spot emas GOFX yang dilakukan secara multilateral di bursa komoditi ICDX. Senangnya lagi, dengan Kontrak Spot Emas GOFX Micro (1/100 dari ukuran kontrak standar), Anda bisa trading dengan modal yang jauh lebih terjangkau, yaitu mulai dari Rp500.000 saja.

Baca Juga: Cek Pengumuman Kelolosan Kartu Prakerja Gelombang 19 di Sini

Jangan khawatir dengan keamanannya, karena trading GOFX terjadi di bursa ICDX yang merupakan bursa teregulasi, terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) di bawah Kementerian Perdagangan.

Demikian harga emas Antam Bandung hari ini dan cara prediksi harga emas.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peran bjb Gairahkan Perekonomian Desa Pascapandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:09 WIB
X