Isi Rekaman Ketua AKAR Jabar Sebelum Coba Bunuh Diri

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:55 WIB
Petugas keamanan memasang bendera putih di Kanaya Food Court, Jalan Cikutera, Kota Bandung, Kamis, 29 Juli 2021. Pengibaran bendera putih merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tak acuh kepada nasib para pengusaha kafe dan restoran, yang hancur lebur sebagai dampak PPKM. Pengelola berharap, Pemkot Bandung mengizinkan para pelaku usaha kafe dan restoran buka dengan minimal 30 persen dari kapasitas.
Petugas keamanan memasang bendera putih di Kanaya Food Court, Jalan Cikutera, Kota Bandung, Kamis, 29 Juli 2021. Pengibaran bendera putih merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tak acuh kepada nasib para pengusaha kafe dan restoran, yang hancur lebur sebagai dampak PPKM. Pengelola berharap, Pemkot Bandung mengizinkan para pelaku usaha kafe dan restoran buka dengan minimal 30 persen dari kapasitas.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM — Sempat heboh kabar Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Resto (AKAR) Jabar, Gon Bonddilie akan melalukan percobaan bunuh diri di depan gerbang Balai Kota Bandung, Rabu, 4 Agustus 2021.

Sebelumnya, lelaki yang akrab disapa Bon-bon itu dilarikan ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS). Kabar itu pun dibenarkan oleh Humas RSHS, Ekky.

"Ya, pasien (Bon-bon) ada di IGD, tapi kita belum bisa kasih statement," kata Ekky melalui pesan singkat.

Sebelum mencoba bunuh diri, Bon-bon, memberikan rekaman suara yang ditujukan kepada sejumlah wartawan. Rekaman yang berdurasi 3 menit 34 detik itu Ayobandung.com dapatkan sekitar pukul 14.40 WIB.

Berikut isi lengkap dari rekaman tersebut:

Selamat siang wartawan beserta teman-teman AKAR semuanya, PHRI. Tidak banyak yang bisa saya sampaikan. Saya berharap, saya selaku ketua harian AKAR Jabar berharap PPKM ini bisa memberikan kelonggaran kita khususnya di Kota Bandung beserta daerah lainnya. Sehingga teman-teman insan pariwisata dan lainnya dapat membuka kembali usahanya dengan protokol yang ketat.

Pada hari ini luar biasa perjuangan tetapi informasi yang kita ketahui di Kota Bandung khususnya, bahwasanya pemerintah tetap mengikuti anjuran pemerintah pusat. Maka saya harapkan selaku wakil ketua, kita sudah mediasi, kang Yana siap pasang badan tapi sangat disesalkan bahwasanya tapi pemerintah Kota Bandung tetap ikut pemerintah pusat. Tidak berani ambil tindakan yang tepat.

Saya selaku pengurus tetap memberikan terbaik untuk teman-teman, perjuangan belum berakhir. Jika perjuangan terakhir ini saya lakukan sehingga apa yang kita tuangkan dalam sehelai kertas dapat diizinkan dapat di-deal-kan oleh pemerintah sehingga kita bisa dine-in kembali. Saya mendengar keluhan teman-teman sudah nggak kuat.

Saya sudah tidak kuat. Selaku pengurus saya mohon maaf belum bisa memberikan sesuatu yang terbaik buat teman-teman. Percayalah pengorbanan ini mungkin yang terbaik yang bisa kami lakukan selaku pengurus. Kami hanya inginkan dine in saja, yang lainnya hanya mengikuti saja. Mohon maaf sekali lagi semoga perjuangan kita dapat mendapatkan ridho dari Allah.

Untuk anak-anakku mohon maaf kalau ayah belum bisa memberikan yang terbaik. Percayalah tanpa ayah kalian bisa tumbuh jadi anak soleh dan solehah.

Untuk istriku, Bon-bon belum bisa jadi ayah yang baik. Perjuangan ini tetap akan kibarkan bendera putih dan kuning sebagai pengorbanan kita untuk semuanya, terimakasih."

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Eks Karyawan PT KAI Demo, Ini Tuntutannya

Selasa, 28 September 2021 | 15:12 WIB

Covid-19 Bandung Terjun Bebas, Tinggal Tersisa 131 Kasus

Selasa, 28 September 2021 | 11:27 WIB

Masuk Musim Hujan, Banjir Mulai Intai Kota Bandung

Selasa, 28 September 2021 | 09:15 WIB
X