Meski Alami Krisis Pangan, Satwa di Kebun Binatang Bandung Masih Sehat

- Senin, 2 Agustus 2021 | 19:20 WIB
Satwa koleksi Bandung Zoo Garden berada di kandangnya, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis 29 Juli 2021. Akibat terdampak aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat level 4 di Kota Bandung, Bandung Zoo Garden mengalami krisis keuangan lantaran tidak diizinkan beroperasi. Pengelola pun membuat skenario terburuk bahwa jika terus tidak diizinkan beroperasi akan memotong hewan lain untuk menjadi makanan bagi hewan karnivora.
Satwa koleksi Bandung Zoo Garden berada di kandangnya, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis 29 Juli 2021. Akibat terdampak aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat level 4 di Kota Bandung, Bandung Zoo Garden mengalami krisis keuangan lantaran tidak diizinkan beroperasi. Pengelola pun membuat skenario terburuk bahwa jika terus tidak diizinkan beroperasi akan memotong hewan lain untuk menjadi makanan bagi hewan karnivora.

COBLONG, AYOBANDUNG.COM — Dokter hewan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoological Garden (Bazooga), Josephin Bernadette mengungkapkan kondisi terkini satwa di Bazooga.

Menurutnya, meski pihaknya mengakui bahwa Bazooga kekurangan pakan, tetapi kondisi satwa secara fisik masih dalam keadaan sehat, selama Bazooga ditutup dalam penerepan aturan PPKM.

Demi menghemat pakan yang ada, pihaknya memberlakukan subtitusi pakan secara berkala.

Tapi memang ada beberapa item yang sekiranya bisa diganti yang lebih murah, kita pakai yang lebih murah,” kata Josephin di Bazooga belum lama ini.

Meski secara fisik kondisi satwa sehat, Josephin tak memungkiri jika secara mental hewan merasa kesepian.

Kesepian itu, kata Josephin, disebabkan karena tidak adanya manusia atau pengunjung yang biasanya melihat, atau memberi makan satwa.

Tapi sejauh ini tidak apa-apa. Tapi kalau untuk beberapa burung situasi sepi membuat burung lebih nyaman untuk berkembang biak. Secara medis kita lihat semua satwa di sini masih aman,” ungkapnya.

Bazooga Alami Krisis Keuangan

Humas Bazooga, Sulhan Syafi'i sempat membeberkan wacana akan menumbalkan rusa dan angsa untuk pakan satwa, khususnya bagi harimau sumatera dan macan tutul jawa.

Ia terpaksa mempersiapkan skenario terburuk itu, sebab imbas dari krisis keuangan akibat PPKM yang kurang lebih 1,5 bulan penerapannya, baik itu penerapan PPKM Mikro ketat, PPKM Darurat, maupun PPKM Level 4.

Untuk memenuhi kebutuhan pakan dua satwa tersebut, dibutuhkan sekitar delapan kilogram daging segar dalam sehari.

Delapan kilogram pakan itu merupakan kombinasi dari tiga kilogram daging sapi ditambah lima kilogram daging ayam. Ini adalah jadwal tiga hari makan dan sehari puasa.

Namun, akibat krisis keuangan imbas dari ditutupnya Bazoga demi penerapan PPKM, maka pemenuhan pasokan daging segar pun sangat berkurang.

"Harus ada skenario menyelamatkan satwa, yang kita selamatkan terlebih dahulu macan tutul jawa dan harimau sumatera dulu. Itu satwa asli dari Indonesia," katanya.

Pria yang disapa Aan ini mengaku, kini pihaknya masih punya cadangan pakan yang bisa memenuhi untuk kebutuhan kedua satwa tersebut.

"Kita punya budget sampai satu bulanan ke depan," ujarnya ketika berbincang, Kamis, 29 Juli 2021.

Dapat Bantuan dari Berbagai Pihak

Skenario terburuk dicanangkan mengingat belum ada kepastian apakah setelah 2 Agustus 2021, ada relaksasi ekonomi termasuk pariwisata. Sebab, pihak Bazooga menyebut bahwa stok pangan bagi satwa hanya cukup sampai satu bulan ke depan.

Namun, kiranya skenario terburuk itu dapat ditunda. Pasalnya, pada Sabtu, 31 Juli 2021, satwa lucu nan menggemaskan di Bazooga dapat bernapas sedikit lebih lama lagi, sebab bala bantuan datang dari berbagai pihak.

Aan merasa bersyukur pihaknya mendapat bantuan selama Bazooga ditutup, baik itu bantuan dari per orangan maupun instansi swasta dan pemerintah.

"Alhamdulillah tadi juga ada donasi dari Darul Hikam, Lazis Darul Hikam, dan juga Dinas Kehutanan Jawa Barat (Jabar)," kata Aan ketika ditemui di Bazooga, Sabtu, 31 Juli 2021.

Adapun bantuan dari Dinas Kehutanan Jawa Barat itu berupa sayur-sayuran, antara lain 60 kg wortel, 350 kg labu siam, 300 kg pakcoy, 400 kg sawi putih, 250 kg timun, 10 kg kangkung dan kacang panjang.

Menurutnya, bantuan itu cukup dan bisa dimakan oleh satwa-satwa herbivora yang ada di Bazooga.

"Tidak banyak, tapi itu membuat kita semangat bahwa masih ada orang atau kelompok yang memperhatikan kita," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kehutanan Jabar, Epi Kustiawan mengatakan, bantuan ini merupakan inisiasinya ketika ia melihat para petani di Kabupaten Sumedang, membagikan hasil taninya berupa sayur-sayuran kepada kepada warga.

Ketika itu, ia mengaku sedang membagikan sembako di sana. Lantas ia melihat aksi itu dan membeli seluruh hasil tani tersebut.

"Akhirnya kita bawa ini (sayur-sayuran) dan ke depannya mungkin buah-buahan untuk dikonsumsi oleh hewan yang ada di Kebun Binatang Bandung," jelasnya.

Menurutnya, inisiasi itu berdasarkan instruksi dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, yang memberi arahan bahwa seluruh ASN di Jabar merupakan relawan saat pandemi Covid-19 ini.

"Tidak hanya (membantu) kepada manusia, tapi hewan pun tetap harus kita perhatikan," tutupnya. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

PPKM Diperpanjang, Kasus Covid-19 Bandung Tersisa 93

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Wagros Jadi Wadah UMKM Jabar Pulihkan Ekonomi

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:59 WIB

Lansia di Jabar Bisa Vaksinasi Covid-19 di Bidan Desa

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:56 WIB

Pohon Tumbang Melintang di Jalan Tamansari Bandung

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:33 WIB

Tiga Kios Terbakar di Jalan Soekarno Hatta

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:11 WIB
X