Pandemi Berkah bagi UMKM untuk Tetap Berkreativitas

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 16:49 WIB
Bincang santai tentang Membangkitkan Ekonomi Kreatif di Tengah Pandemi bersama Lima Berbagi Cerita secara virtual.
Bincang santai tentang Membangkitkan Ekonomi Kreatif di Tengah Pandemi bersama Lima Berbagi Cerita secara virtual.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Di masa pandemi Covid-19, ekonomi dan kesehatan layaknya dua sisi mata uang. Namun itu sulit berjalan beriringan.

Tetapi bukan berarti masyarakat hanya bisa berdiam diri dan terus meratapi keterpurukan.

Maka itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengajak seluruh elemen masyarakat terutama pelaku ekonomi untuk terus berinovasi dan berkreasi agar mampu bertahan dalam situasi yang terbilang cukup sulit.

“Meskipun pandemi, kita jangan berhenti untuk berinovasi, berkreasi,” kata dia saat Bincang santai tentang Membangkitkan Ekonomi Kreatif di Tengah Pandemi bersama Lima Berbagi Cerita secara virtual.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, kata Yana, terus berupaya mendorong para pelaku ekonomi. Salah satunya membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjalin kerja sama pelaku usaha dari luar negeri.

Pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner misalnya, Yana menyebut, selama pandemi Pemkot Bandung telah berhasil mengekspor makanan hasil pelaku UMKM. Kerja sama dalam negeri pun terus dilakukan.

“Kita bantu mereka untuk ekspor. Kita kontak langsung supermarket yang di luar negeri. Cukup banyaklah upaya-upaya kita untuk mendorong para pelaku ekonomi,” akunya.

“Tak hanya makanan, fesyen dan craft juga. Dengan dalam negeri juga kita lakukan seperti dengan Kota Makassar,” imbuhnya.

Upaya-upaya tersebut bisa menumbuhkan kembali perekonomian di Kota Bandung. Untuk itu Ia berharap, para pelaku ekonomi bisa terus mengembangkan ide-ide kreatifnya.

“Intinya meskipun pandemi, kita tidak boleh berhenti berinovasi. Dalam segala keterbatasan, insyaallah kami akan terus dorong, mudah-mudahan ini bisa mendongkrak ekonomi di Kota Bandung,” tuturnya.

Buat Peti Jenazah

Ide bisa hadir kapan saja dan dari mana saja. Ide ini terlihat di salah satu pemukiman padat penduduk di gang Bukti Mulya 2 kawasan Cimbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

Di antara himpitan rumah dan akses jalan yang hanya cukup untuk satu motor, ternyata di sana ada workshop atau tempat produksi peti jenazah Covid-19.

Area produksinya pun terbilang cukup atau bahkan sempit, karena di lahan kosong itu berada di antara rumah-rumah dan pohon besar serta motor-motor yang kerapkali terpakir di sana.

Sempitnya lahan bukanlah penghalang semangat untuk tetap bekerja di tengah kegentingan Covid-19 ini. Para pekerja pembuat peti mayoritas orang tua. Ada pemotong kayu, mengamplas, menancapkan kayu, megoleskan dempul, dan memasang kain di dalam peti.

Ketika ayobandung.com mengunjungi lokasi produksi, kesan pertama yang didapat adalah para pekerja itu fokus dan sibuk pada pekerjaannya masing-masing. Jarang sekali ditemui di antara mereka berkomunikasi atau bercanda kecuali koordinasi mengenai pekerjaan. Di tengah keheningan itu, terdapat waktu yang mengejar mereka dengan pesanan yang melonjak tajam.

Di balik kesibukan para pekerja itu, ada sosok penemu ide dalam proses pemrokdusian peti jenazah Covid-19. Ialah Yudi, distributor untuk menyuplai peti kepada rumah sakit.

Kepada ayobandung.com ia bercerita, awal mulanya ia memulai produksi peti pada November 2020 lalu bekerja sama dengan pengrajin-pengrajin. Tapi, karena makin ke sini angka kematian Covi-19 meninggi, maka kebutuhan akan peti pun meningkat.

Dengan melonjaknya permintaan peti dalam dua/tiga bulan terakhir, imbasnya Yudi melihat para pengrajin itu kewalahan dalam memproduksi peti.

Di sinilah ide lain muncul di benaknya. Ia berpikiran bahwa dengan ia melebarkan sayapnya dalam memproduksi peti. Dengan memberdayakan warga dan UMKM sekitar korban PHK imbas pandemi, maka kebutuhan peti dapat terpenuhi dan agar para pengrajin pun tak buang keringat lebih.

Penyebaran sayapnya itu pun ia lakukan di dekat kediamannya dan tempat produksi di Cimbuleuit supaya ia dapat mengontrol kualitas peti itu sendiri.

"Kita sebar produksinya ke tempat di sekitar sini (Cimbuleuit). Ada yang di Bukit Resik, di depan Unpar ada satu, di tugu Punclut ada dua, di Cipicung ada satu," ujarnya belum lama ini.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Kota Bandung Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Hujan Deras Bikin Banjir Cileuncang di Kota Bandung

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:25 WIB

PPKM Diperpanjang, Kasus Covid-19 Bandung Tersisa 93

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Wagros Jadi Wadah UMKM Jabar Pulihkan Ekonomi

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:59 WIB

Lansia di Jabar Bisa Vaksinasi Covid-19 di Bidan Desa

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:56 WIB
X