Inspeksi ke Pasar di Kota Bandung, APPSI Jabar Temukan Hal Tak Terduga

- Kamis, 29 Juli 2021 | 21:35 WIB
Pedagang berjaga di toko busana ITC Kebon Kalapa, Jalan Kebon Kalapa, Kota Bandung, Senin, 26 Juli 2021. Aliansi Pedagang Kota Bandung menyebutkan sejumlah pedagang di ITC Kebon Kalapa memilih membuka tokonya karena mereka mengkalim ITC Kebon Kalapa bukan mal melainkan pasar rakyat. Hal tersebut yang mendasari bukanya sejumlah toko di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.
Pedagang berjaga di toko busana ITC Kebon Kalapa, Jalan Kebon Kalapa, Kota Bandung, Senin, 26 Juli 2021. Aliansi Pedagang Kota Bandung menyebutkan sejumlah pedagang di ITC Kebon Kalapa memilih membuka tokonya karena mereka mengkalim ITC Kebon Kalapa bukan mal melainkan pasar rakyat. Hal tersebut yang mendasari bukanya sejumlah toko di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Barat (Jabar) melakukan inspeksi ke empat pasar di Kota Bandung pada Kamis, 29 Juli 2021.

Keempat pasar tersebut ialah ITC Kebon Kalapa, Pasar Baru, Pasar Andir, dan Pasar Balubur.

Inspeksi pertama dilakukan di ITC Kebon Kelapa. Dari inspeksinya itu, Ketua APPSI Jabar, Nandang Sudrajat menemukan hal yang mencengangkan.

"Contoh begini, di ITC (Kebon Kalapa) ada 2.700 kios. Sebelum pandemi, okupansi keterisian kios itu 2.500. Sampai detik ini, kios yang aktif itu hanya 459 kios. Jadi itu hanya 17 persen, 83 persennya hilang," kata Nandang ketika berbincang.

"Apakah itu diketahui oleh Wali Kota? Apa Gubernur tahu sampai separah itu?," sambungnya.

Dari sisi itu (kehilangan pedagang aktif di kios), kata Nandang, menandakan bahwa perekonomian rakyat sudah di ujung tombak, khususnya di sektor perdagangan.

Bahkan, menurutnya, sektor perdagangan itu penyumbang kedua terbesar PDB atau Produk Domestik Bruto Jabar yaitu sebesar 15 persen.

Inspeksi kedua, Nandang meninjau Pasar Baru Trade Center atau PBTC. Menurutnya, pangsa PBTC adalah wisatawan yang berasal dari mancanegara, khususnya dari Brunei dan Malaysia.

"Begitu ada Covid-19, maka nilai transaksi yang tersisa hanya berkisar 10-20 persen. Dan untuk yang sudah tutup kios itu 30 persen," katanya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Kota Bandung Resmi Masuk PPKM Level 2

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:00 WIB

Kota Bandung Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Hujan Deras Bikin Banjir Cileuncang di Kota Bandung

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:25 WIB

PPKM Diperpanjang, Kasus Covid-19 Bandung Tersisa 93

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Wagros Jadi Wadah UMKM Jabar Pulihkan Ekonomi

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:59 WIB

Lansia di Jabar Bisa Vaksinasi Covid-19 di Bidan Desa

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:56 WIB
X