Supplier Ikan Hias, meski Pandemi Tak Pernah Merugi

- Selasa, 27 Juli 2021 | 21:45 WIB
Beberapa penjual ikan mulai memilih satu demi satu ikan hias yang baru saja dibawa oleh Anwar. Tidak sampai sepuluh menit, ikan di dalam mobil sudah ludes dikantongi pembeli.
Beberapa penjual ikan mulai memilih satu demi satu ikan hias yang baru saja dibawa oleh Anwar. Tidak sampai sepuluh menit, ikan di dalam mobil sudah ludes dikantongi pembeli.

Anwar yang sudah hampir dua puluh tahun menjadi supplier ikan hias ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Bandung, hingga Lampung mengaku tidak pernah merasa rugi di bisnis ini. Meski sedang sepi peminat pun ia tidak pernah merugi, malah untung karena ikan hiasnya akan tambah besar dan mahal. Salah satu kunci kesuksesan bisnisnya, selain kualitas, Anwar selalu memastikan pasokan ikan hiasnya cukup untuk langganannya.

“Kalau kita setoknya ada terus, jadi nggak pernah kosong,” terang Anwar

Anwar mulai belajar berbisnis ikan hias sejak kecil, bisa dikatakan ia meneruskan bisnis orang tuanya. Namun, dulu ia bukan menjual ikan hias, melainkan ikan konsumsi. Sejak tren merawat ikan hias mulai digandrungi masyarakat, Anwar melirik peluang yang bagus dan mulai beralih ke bisnis ikan hias.

“Pertamanya (bisnis) ikan konsumsi. Pertamanya gurame, lele, dan berhubung zamannya berubah, lebih rame-nya ikan hias, jadi pindah,” kata Anwar.

Bisnis ikan hias ini memang cukup menjanjikan. Puluhan hingga ratusan juta langsung dikantongi Anwar saat toko atau grosir ikan hias belanja ikan setiap minggunya. Anwar membocorkan, dalam satu kali belanja, toko-toko ikan hias di sepanjang Jalan Peta bisa mencapai lebih dari Rp200 juta.

“Kalau belanjaan ini notanya hampir Rp34 juta tadi,” terang Anwar.

Budidaya ikan hias susah-susah gampang, tergantung jenis ikan yang dibudidayakan. Menurut Anwar, salah satu kesulitan membudidayakan ikan hias adalah cuaca yang mudah berubah. Cuaca yang tidak menentu mampu menurunkan kualitas ikan hias miliknya.

“Kesulitannya cuaca yang paling nggak bisa diatasin. Paling pengaruh itu cuaca. Kalau penyakit masih bisa diobatin,” jelas Anwar.

Pasok Ikan Hias Sejak PPKM

Meski saat awal pandemi banyak masyarakat yang mulai memelihara dan berburu ikan hias, menurut Anwar trennya tidak berlangsung lama. Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), peminat ikan hias mulai menurun.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

PPKM Diperpanjang, Kasus Covid-19 Bandung Tersisa 93

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Wagros Jadi Wadah UMKM Jabar Pulihkan Ekonomi

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:59 WIB

Lansia di Jabar Bisa Vaksinasi Covid-19 di Bidan Desa

Senin, 18 Oktober 2021 | 20:56 WIB

Pohon Tumbang Melintang di Jalan Tamansari Bandung

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:33 WIB

Tiga Kios Terbakar di Jalan Soekarno Hatta

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:11 WIB
X