Suka dan Duka di Balik Produksi Peti Jenazah Covid-19

- Selasa, 27 Juli 2021 | 16:45 WIB
Di antara himpitan rumah dan akses jalan yang hanya cukup untuk satu motor, ternyata di sana ada workshop atau tempat produksi peti jenazah Covid-19.
Di antara himpitan rumah dan akses jalan yang hanya cukup untuk satu motor, ternyata di sana ada workshop atau tempat produksi peti jenazah Covid-19.

CIDADAP, AYOBANDUNG.COM — Ide bisa hadir kapan saja dan dari mana saja. Termasuk saat pandemi,  Ide ini terlihat di salah satu pemukiman padat penduduk di gang Bukti Mulya 2 kawasan Cimbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

Di antara himpitan rumah dan akses jalan yang hanya cukup untuk satu motor, ternyata di sana ada workshop atau tempat produksi peti jenazah Covid-19.

Area produksinya pun terbilang cukup atau bahkan sempit, karena di lahan kosong itu berada di antara rumah-rumah dan pohon besar serta motor-motor yang kerapkali terpakir di sana.

Namun, sempitnya lahan bukanlah penghalang semangat untuk tetap bekerja di tengah kegentingan Covid-19 ini. Para pekerja pembuat peti mayoritas orang tua. Ada pemotong kayu, mengamplas, menancapkan kayu, megoleskan dempul, dan memasang kain di dalam peti.

Ketika Ayobandung.com mengunjungi lokasi produksi, kesan pertama yang didapat adalah para pekerja itu fokus dan sibuk pada pekerjaannya masing-masing. Jarang sekali ditemui di antara mereka berkomunikasi atau bercanda kecuali koordinasi mengenai pekerjaan.

Di tengah keheningan itu, terdapat waktu yang mengejar mereka dengan pesanan yang melonjak tajam.

Di balik kesibukan para pekerja itu, ada sosok penemu ide dalam proses pemrokdusian peti jenazah Covid-19. Ialah Yudi, distributor untuk menyuplai peti kepada rumah sakit.

Kepada Ayobandung.com ia bercerita, awal mulanya ia memulai produksi peti pada November 2020 lalu bekerja sama dengan pengrajin-pengrajin. Tapi, karena makin ke sini angka kematian Covid-19 meninggi, maka kebutuhan akan peti pun meningkat.

Dengan melonjaknya permintaan peti dalam dua/tiga bulan terakhir, imbasnya Yudi melihat para pengrajin itu kewalahan dalam memproduksi peti.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Toko Mas Gaya Baru Kosambi Dirampok!

Senin, 20 September 2021 | 16:04 WIB

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung 20 September 2021

Senin, 20 September 2021 | 05:58 WIB

Jadwal SIM Keliling Kota Bandung 18 September 2021

Sabtu, 18 September 2021 | 05:00 WIB
X