3M Dibahas Ulang, Ridwan Kamil Usulan 3 Hal ke Pemerintah Pusat

- Jumat, 23 Juli 2021 | 16:34 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rakor virtual Kampanye 3M di era PPKM Level dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat 23 Juli 2021.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rakor virtual Kampanye 3M di era PPKM Level dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat 23 Juli 2021.


SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Pemerintah pusat kembali mengingatkan pemerintah daerah terus mengampanyekan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker – menjaga jarak – mencuci tangan pakai sabun di era PPKM Level.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, 3M ampuh mencegah penularan COVID-19. Oleh karena itu sosialisasi dan edukasi tidak boleh berhenti.

"Mengenai kampanye 3M karena ini penting sekali kita lakukan dalam konteks saling mendukung. Jadi saya pikir, kalau kita lihat posisi sekarang ini perlu ada edukasi (lebih) kepada masyarakat," kata Luhut  dalam rakor virtual Kampanye 3M, Jumat 23 Juli 2021.

Apalagi saat ini, ada varian baru virus COVID-19 yang bernama varian delta yang tingkat penyebarannya lebih cepat. Efek varian delta ini juga membuat negara-negara maju seperti Australia dan negara di Eropa hingga Amerika kembali mengalami peningkatan kasus.

"Kalau kita lihat negara maju dengan tingkat vaksinasi tertinggi kemarin kembali mengalami peningkatan kasus karena varian delta. (Itu) Setelah relaksasi," kata Luhut.

"Penggunaan masker terbukti menahan penyebaran kasus. Ini studi yang dilakukan dari menggunakan masker terhadap infeksi COVID-19 ini," imbuhnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merespons dengan mengatakan tiga hal kepada Menki Marves Luhut Pandjaitan. Pertama, Ridwan Kamil mengusulkan agar ada keputusan final istilah prokes untuk disampaikan ke masyarakat. 

Pasalnya, di Jabar kampanye yang berjalan adalah 5M, yakni 3M plus menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Jika ada perubahan istilah Ridwan Kamil khawatir masyarakat bingung. 

"(Kampanye) Di bawah sudah bukan 3M tapi 5M. Jadi spanduk di desa-desa itu bahasa publiknya sudah lama 5M bukan 3M. Jadi kalau sekarang harus balik lagi dari 5M ke 3M, tidak masalah juga.  Cuma nanti ada pertanyaan dari publik berarti 2M yang kemarin itu gimana," kata Ridwan Kamil yang mengikuti rakor dari Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung 24 September 2021

Jumat, 24 September 2021 | 06:00 WIB

Kota Bandung Masifkan Vaksinasi Massal di Selokah

Kamis, 23 September 2021 | 16:21 WIB

1.677 Sekolah di Kota Bandung Siap PTM

Kamis, 23 September 2021 | 16:09 WIB

Kasus Covid-19 Menurun, Kota Bandung Jaga Momentum

Kamis, 23 September 2021 | 15:57 WIB

Ratusan Anak di Kota Bandung Jadi Yatim Piatu

Kamis, 23 September 2021 | 12:19 WIB
X