Harga Obat dan Oksigen Naik, Pelaku Usaha Diimbau Tak Manfaatkan Situasi

- Kamis, 8 Juli 2021 | 15:24 WIB
Aktivitas petugas di bagian pengisian oksigen bagi pasien di Rumah Sakit (RS) Immanuel, Jalan Raya Kopo, Kota Bandung.
Aktivitas petugas di bagian pengisian oksigen bagi pasien di Rumah Sakit (RS) Immanuel, Jalan Raya Kopo, Kota Bandung.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI) Kantor Wilayah III Bandung menemukan adanya kenaikan harga yang cukup tinggi untuk obat Covid-19 dan Oksigen di wilayah kerja KPPU Kanwil III Bandung.

“Hasil survei kami di marketplace, apotek, dan distributor, kami menemukan harga obat Covid 19 dan oksigen naik cukup tinggi,” ujar Kepala KPPU Kanwil III Bandung Aru Armando dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com.

Bahkan, untuk oksigen, khususnya yang oksigen portable, ditemukan kenaikan harga hingga 16%- 900%. Selain Oksigen, KPPU Kanwil III juga menemukan harga obat Covid-19 yang dijual di atas Harga Eceran Tertingginya (HET) sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat dalam Masa Pandemi Covid-19.

Contohnya, harga obat Favipirapir 200mg berkisar antara Rp55.000-Rp80.000 per butir yang melebihi HET (Rp22.500/tablet).

Dalam pantauan KPPU Kanwil III Bandung, temuan tersebut mayoritas terjadi untuk penjualan obat dan oksigen secara online (daring).

Memperhatikan temuan tersebut, Aru mengimbau agar semua pihak bisa menahan diri dan tidak memanfaatkan situasi.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak KPPU Kanwil III Bandung berencana untuk mengundang para pelaku usaha untuk mendapatkan keterangan mengenai temuan yang didapatkan.

Selain itu, KPPU Kanwil III Bandung meminta pihak marketplace untuk turut serta melakukan pemantauan agar aplikasinya tidak menjadi sarana oknum yang tidak bertanggungjawab yang ingin memperoleh keuntungan eksesif di masa darurat pandemi Covid-19.

“Mayoritas temuan kami memang ada di marketplace, dan yang cukup memprihatinkan, produk yang dijual tersebut, meskipun sangat mahal, tetap dibeli oleh konsumen,” tutup Aru.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 26 November 2021

Jumat, 26 November 2021 | 06:00 WIB

Jalan Kota Bandung Rusak, Perbaikan Minim Anggaran

Kamis, 25 November 2021 | 16:19 WIB
X