Ridwan Kamil Minta Kapasitas Rumah Sakit untuk COVID-19 Ditingkatkan Jadi 60 Persen

- Selasa, 6 Juli 2021 | 20:26 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta rumah sakit meningkatkan kapasitas tempat tidur bagi pasien COVID-19, dari 40 persen menjadi 60 persen dari total kapasitas. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus COVID-19 yang masih terjadi. 

"Tadi sudah saya sampaikan bahwa minggu ini, Jawa Barat mewajibkan seluruh rumah sakit rujukan menaikkan kapasitas tempat tidur. Yang tadinya sudah di 40 persen, sekarang mewajibkan menaikkan ke 60 persen," kata Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa 6 Juli 2021. 

Selain meningkatkan kapasitas rumah sakit, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar intens menyiapkan pusat pemulihan bagi pasien COVID-19 yang akan sembuh setelah mendapatkan perawatan dan penanganan di rumah. 

"Sudah diinstruksikan agar gedung pemerintah, hotel, apartemen, bisa disewa sebagai pusat pemulihan seperti Kota Bandung. Grand Pangestu di Karawang, dan pusat-pusat pendidikan kementerian dan lembaga yang ada di seluruh Jabar. Kita minta untuk dimanfaatkan," ucap Kang Emil. 

Penambahan kapasitas rumah sakit dan pusat pemulihan akan disertai dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Kang Emil mengatakan, dirinya menerima beberapa keluhan terkait kurangnya tenaga kesehatan di kabupaten/kota. 

Kebutuhan tenaga kesehatan ini akan dipenuhi lewat sekolah-sekolah kesehatan. Selain itu, karena terbatasnya tenaga dari sekolah kesehatan, Pemda Provinsi Jabar juga merekrut dan melatih relawan.

"Ada curhatan dari wali kota dan bupati. Pada saat gedungnya ada, nakesnya belum siap. Jadi kita sedang menyiapkan penambahan nakes-nakes," ucapnya. 

Mengenai kebutuhan obat, kata Kang Emil, Pemda Provinsi Jabar sudah menyiapkan antisipasi. Salah satunya dengan melakukan refocusing anggaran sebesar Rp140 miliar yang berasal dari 11 proyek infrastruktur yang ditunda pengerjaannya untuk pembelian obat. 

"Sehingga krisis obat sudah kita kendalikan. Beberapa hari lalu Pak Sekda dan juga Kadinkes sepakat dengan 10 perusahaan farmasi yang memproduksi obat," katanya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung 24 September 2021

Jumat, 24 September 2021 | 06:00 WIB

Kota Bandung Masifkan Vaksinasi Massal di Selokah

Kamis, 23 September 2021 | 16:21 WIB

1.677 Sekolah di Kota Bandung Siap PTM

Kamis, 23 September 2021 | 16:09 WIB

Kasus Covid-19 Menurun, Kota Bandung Jaga Momentum

Kamis, 23 September 2021 | 15:57 WIB

Ratusan Anak di Kota Bandung Jadi Yatim Piatu

Kamis, 23 September 2021 | 12:19 WIB
X