Penjual Lukisan Jalan Braga: Pandemi Tidak Berdampak Banyak, Pembeli Masih Ada

- Kamis, 1 Juli 2021 | 10:20 WIB
Aye tengah duduk di depan lapak lukisannya yang terletak di trotoar Jalan Braga sambil menunggu para wisatawan yang mau menawar barang dagangannya.
Aye tengah duduk di depan lapak lukisannya yang terletak di trotoar Jalan Braga sambil menunggu para wisatawan yang mau menawar barang dagangannya.

“Yang pertama Covid itu, nggak boleh jualan, ditutup semua. Nggak bisa jualan, gimana caranya, akhirnya markiran di sana, buat jajan anak-anak,” kata Aye sambil menunjuk salah satu ruas Jalan Braga.

Aye setiap harinya membuka lapak dagangannya mulai dari pukul 08.00 pagi hingga 09.00 malam. Meski saat ini sering ada penutupan jalan, Jalan Braga tetap seramai biasanya.

Selalu ada wisatawan daerah yang berburu makanan, foto, hingga sekadar berbincang dengan kawan. Alhasil, Aye cukup senang, meskipun tidak banyak, pembeli lukisannya selalu ada.

“Kalau (jualan) lukisan mah harus sabar,” ungkap Aye.

Aye menceritakan bagaimana ia saat ini lebih mudah menjual barang dagangannya. Tidak perlu untung besar, selama lukisannya bisa terjual, ia akan memberikannya pada pembeli.

“Ada yang nawar 200 (ribu rupiah) saya jual, ada yang nawar gope (Rp 500 ribu) saya jual, yang penting ada untung 50 (ribu rupiah) ke atas saya jual,” terang Aye.

Aye mengaku tidak tertarik untuk menjual lukisannya secara online. Biasanya, selain melalui lapak di Jalan Braga, ia hanya menawarkan kepada kenalan dan langganannya saja.

Selain menjual lukisan yang telah jadi, Aye juga memberikan kesempatan memesan lukisan untuk pelanggannya, seperti lukisan wajah dan ikon khusus pada lukisan. Harga yang dibanderol mulai dari Rp300 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kesulitan pemesanan.

“Lukis wajah bisa, cuman saya ngambil lukis wajahnya nggak ecek-ecek. Ada yang Rp100 ribu. Terus saya pernah (sewa pelukis) yang murah, hasilnya saya malu, hasilnya jelek dan nggak mirip. Saya cari lagi, ada yang bagus, tapi harganya beda,” ungkap Aye.

Salah satu hal yang tidak dapat ditemui Aye sejak pandemi adalah turis-turis asing bersama para pemandunya. Para turis biasanya sangat tertarik dengan lukisan-lukisan yang terpajang ini. Bahkan Aye pernah mengemas lukisan untuk seorang Turis bawa ke Belanda.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Ini Kata PDIP Soal Desakan Pecat Arteria Dahlan

Kamis, 27 Januari 2022 | 18:44 WIB

Aksi Demo Ormas GMBI Berujung Ricuh di Polda Jabar

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:00 WIB

Kota Bandung Berlakukan 25 Persen WFH

Kamis, 27 Januari 2022 | 11:23 WIB
X