Ini Biaya yang Dibutuhkan Jika Jabar Lockdown

- Rabu, 30 Juni 2021 | 16:00 WIB
Seorang warga menunggu di depan portal perumahan saat 'lockdown' PPKM Mikro di Perumahan cipadung permai  RT 03 RW 07, Cipadung, Cibiru Kota Bandung, Selasa (22/6/2021). Sejak dua hari terakhir, perumahan tersebut melakukan lockdown wilayah menyusul adanya 6 warga positif Covid-19.
Seorang warga menunggu di depan portal perumahan saat 'lockdown' PPKM Mikro di Perumahan cipadung permai RT 03 RW 07, Cipadung, Cibiru Kota Bandung, Selasa (22/6/2021). Sejak dua hari terakhir, perumahan tersebut melakukan lockdown wilayah menyusul adanya 6 warga positif Covid-19.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Di tengah ramainya wacana lockdown karena kenaikan kasus positif Covid yang cukup signifikan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil memaparkan perkiraan dana yang dibutuhkan untuk menyuplai kebutuhan primer masyarakat.

Dari hasil perhitungan, diperkirakan dana yang dibutuhkan setiap harinya untuk satu RT itu mencapai Rp3,5 juta.  

Ridwan Kamil memaparkan perkiraan anggaran melalui Konferensi Pers PPKM Mikro yang ditayangkan secara virtual di kanal Youtube Jabarprov TV, Rabu, 30 Juni 2021. Perhitungan itu berdasarkan jumlah rata-rata kepala keluarga di 731 RT yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

“Jadi kita sudah menghitung, kalau mau me-lockdown satu RT dengan jumlah rata-rata kepala keluarga di Jawa Barat, itu per-RT butuh dana sekitar Rp3,5 juta perhari untuk satu RT,” ungkap Emil.

731 RT yang menjadi sampel dalam penghitungan perkiraan dana lockdown itu merupakan RT-RT yang sedang dianalisis oleh Pemprov Jabar untuk mengetahui apakah lockdown di tingkat RT dapat menahan penularan secara efektif. Jika nantinya memang benar efektif, maka lockdown bisa diberlakukan di RT-RT tersebut.

“Kalau lockdown sudah diberlakukan, maka semua orang tidak boleh pergi. Maka urusan suplai pangan, kebutuhan primer harus diperhatikan oleh RT-RW sampai level kelurahan, camat, bupati, gubernur, baru ke presiden,” kata Emil.

Jika prediksi dana itu diakumulasikan, maka Jawa Barat membutuhkan dana sebesar Rp2,496 miliar perhari, dan itu hanya untuk 731 RT yang dijadikan sampel saja. Sementara itu, Emil mengatakan ada sekitar 90 ribuan RT yang tersebar di Jabar.

Emil juga menyampaikan, wacana lockdown tingkat provinsi itu tidak bisa dilakukan tanpa adanya instruksi dari pusat. Jika Jabar di-lockdown sementara provinsi lain yang letaknya berdekatan di Jabar tidak memberlakukan lockdown, maka lockdown itu pun akan menjadi sia-sia.

“Kalau lockdown level provinsi itu harus pemerintah pusat. Kalau kaminya lockdown tapi Banten tidak, Jatengnya tidak, sama saja bohong,” ujar Emil.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Toko Mas Gaya Baru Kosambi Dirampok!

Senin, 20 September 2021 | 16:04 WIB

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung 20 September 2021

Senin, 20 September 2021 | 05:58 WIB

Jadwal SIM Keliling Kota Bandung 18 September 2021

Sabtu, 18 September 2021 | 05:00 WIB

5 Toko Roti Nuansa Jadul Terpopuler di Kota Bandung

Jumat, 17 September 2021 | 18:51 WIB
X