Penjelasan Lurah soal Satu Keluarga di Batununggal Dicaci saat Isolasi Mandiri di Rumah

- Rabu, 23 Juni 2021 | 16:37 WIB
Aparat Kewilyahaan bersama Polisi, Bhabinkamtibmas, dan Satgas Covid-19 Puskesmas Gumuruh, serta Ketua RT 04 sedang berdiskusi terkait kasus viral warga Gumuruh soal dugaan caci maki dan pengusiran terhadap warga itu ketika sedang menjalani isoman di  alan Batu Kencana No. 9, Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 23 Juni 2021.
Aparat Kewilyahaan bersama Polisi, Bhabinkamtibmas, dan Satgas Covid-19 Puskesmas Gumuruh, serta Ketua RT 04 sedang berdiskusi terkait kasus viral warga Gumuruh soal dugaan caci maki dan pengusiran terhadap warga itu ketika sedang menjalani isoman di alan Batu Kencana No. 9, Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu, 23 Juni 2021.

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Viral satu keluarga di Kelurahan Gumuruh Kecamatan Batununggal sedang isolasi mandiri, diusir dan dicaci maki oleh warga sekitarnya. Kejadian ini ramai di Twitter yang diunggah oleh @Serpentine6666. 

Dalam unggahannya itu terdapat berbagai video yang menunjukkan adanya aparat kewilayahan dan Satgas Covid-19 yang mendatangi kediamannya.

Menanggapi hal itu, Lurah Gumuruh Nurma Safarini membantah jika adanya tindakan pengusiran dan cacian kepada warga tersebut ketika sedang isolasi mandiri di rumahnya. Diketahui, terdapat tiga orang yang sedang isolasi mandiri di dalam rumah itu.

"Belum sampai mendatangi, sudah jadi keributan, ada video segala macam. Padahal tujuan daripada pihak Puskesmas sendiri untuk membantu warga terkait apa saja yang diperlukan dan perlu diobati ketika isolasi mandiri," ujar Nurma kepada wartawan di kediaman RT setempat, Jalan Batu Kencana No. 10, Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu, 23 Juni 2021,

Nurma menambahkan, ketika jajaran polisi dan Bhabinkamtibmas datang ke lokasi kejadian, tiga warga yang sedang isolasi mandiri tersebut masih belum paham maksud dan tujuan dari kedatangannya. 

Berdasarkan laporan dari Ketua RT 04 RW 12, warga yang terkonfirmasi positif sebanyak satu orang atas nama Rafasha Oktaviani. Warga tersebut tinggal bersama ibu dan satu orang keluarga lainnya. Kala itu, ketua RT menawarkan bantuan agar ibu dan saudara dari Rafasha sementara untuk tinggal terpisah di tempat yang telah disediakan agar tidak terjadi penularan. 

"Kan enggak boleh satu rumah, mungkin ada bahasa seperti itu dia tidak terima, jadi seolah-olah harus dipisahkan, harus diusir," jelasnya.

Sebelum mendatangi lokasi kejadian, pihaknya telah melakukan operasi sesuai prosedur dalam bertindak menangani pasien Covid-19. Pihaknya pun berkoordinasi dengan RT setempat, yaitu RT 04 RW 12 dan mendapati data bahwa warga itu merupakan warga pendatang yang telah mengontrak di sana selama kurang lebih enam bulan.

Pihaknya juga telah menyediakan tempat untuk isolasi mandiri bagi warga Gumuruh yang terpapar Covid-19. "Jadi sekarang kami akan lakukan (kepada ketiga warga itu) isolasi mandiri di tempat yang lebih layak," ujarnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Pohon Tumbang Melintang di Jalan Tamansari Bandung

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:33 WIB

Tiga Kios Terbakar di Jalan Soekarno Hatta

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:11 WIB

Jadwal Sholat Bandung Hari Ini 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 04:00 WIB

Cantiknya Warna Warni Mural di Babakan Siliwangi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:23 WIB
X