Satu Keluarga di Batununggal Dicaci Maki karena Isolasi Mandiri

- Rabu, 23 Juni 2021 | 15:32 WIB
Ilustrasi -- Seorang warga menunggu di depan portal perumahan saat 'lockdown' PPKM Mikro di Perumahan cipadung permai  RT 03 RW 07, Cipadung, Cibiru Kota Bandung, Selasa (22/6/2021). Sejak dua hari terakhir, perumahan tersebut melakukan lockdown wilayah menyusul adanya 6 warga positif Covid-19.
Ilustrasi -- Seorang warga menunggu di depan portal perumahan saat 'lockdown' PPKM Mikro di Perumahan cipadung permai RT 03 RW 07, Cipadung, Cibiru Kota Bandung, Selasa (22/6/2021). Sejak dua hari terakhir, perumahan tersebut melakukan lockdown wilayah menyusul adanya 6 warga positif Covid-19.

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Kabar tak mengenakkan datang dari jagat raya Twitter. Sebuah utas dari akun @Serpentine6666 ramai diperbincangkan mengenai keluarganya yang sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19, mendapat cacian dari warga sekitarnya.

Dalam utasnya itu, dia mengunggah beberapa video. Salah satu video tersebut berdurasi 15 detik. Video itu menampilkan beberapa petugas kewilayahan dan Satgas Covid-19 sedang mendatangai kediamannya di Jalan Batu Kencana No 9, Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Gw ga bertujuan untuk bawa2 ini kesini sebenernya tapi tolong siapapun yg punya saran bantuin gw... Gw, ibu gw dan pacar gw positif covid19 dan isman di rumah atas suruhan rumah sakit. Tapi kami udah abis2an banget diusir, dicaci maki sama warga dan lurah/rt sini. Udah bingung," tulis akun @Serpentine6666 dalam unggahan videonya, Rabu, 23 Juni 2021.

Saat dikonfirmasi, dia mengaku bernama Rafasha Oktaviani. Dia bercerita jika terdapat berbagai perilaku tak menyenangkan terhadapnya ketika menjalani isolasi mandiri. Padahal, menurut pengakuannya, dia menjalani isolasi mandiri atas anjuran dari Satgas Covid-19 puskesmas setempat.

"Kami dicaci maki oleh warga dan lurah RT di sini," katanya.

Dia mulai merasa tidak enak badan pada 17 Juni 2021. Dia sempat berobat ke klinik tapi tak membuahkan hasil. Ia berinisiatif langsung melakukan tes antigen dan hasilnya positif. Dia juga langsung melakukan tes PCR di rumah sakit dan hasilnya juga positif.

"Hasil itu keluar 21 Juni. Waktu itu saya ditemani pacar, dia juga ikut tes dan hasilnya positif. Saya langsung isolasi mandiri sesuai arahan dari rumah sakit, dan ngabarin ke orangtua juga," katanya.

Rafasha melanjutkan, sang ibu dan keponakan yang berada di rumah, melakukan tes swab demi memastikan kondisi tertular apa tidak. Tes pertama, sang ibu dinyatakan negatif, akan tetapi saat tes kedua, sang ibu pun positif. Akhirnya mereka bertiga isolasi mandiri dalam satu rumah.

Ketika aparat kewilayahan dan Satgas Covid-19 mengunjungi kediaman Rafasha untuk memantau kondisi, dia kesal lantaran beberapa di antara aparat itu menurutnya membentak-bentak ke keluarganya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Pohon Tumbang Melintang di Jalan Tamansari Bandung

Senin, 18 Oktober 2021 | 11:33 WIB

Tiga Kios Terbakar di Jalan Soekarno Hatta

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:11 WIB

Jadwal Sholat Bandung Hari Ini 16 Oktober 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 04:00 WIB

Cantiknya Warna Warni Mural di Babakan Siliwangi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:23 WIB
X