Ridwan Kamil: Kasus Tinggi, BOR Kota Bandung Capai 85%

- Minggu, 13 Juni 2021 | 11:29 WIB
Petugas keamanan di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan KH. Wahid Hasyim, Kota Bandung.
Petugas keamanan di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan KH. Wahid Hasyim, Kota Bandung.

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jabar Ridwan Kamil, mengakui fakta terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pascalibur lebaran yang masa inkubasinya jatuh di pekan ini. Hal ini menunjukan, ketidaktaatan pada imbauan mudik membawa pada kondisi naik kasus Covid-19.

"Jadi ini nyata. Kalau pada saat itu semua taat tidak akan terjadi lonjakan seperti sekarang. Jadi ini tolong diulas di media pentingnya ketaatan itu. Kenapa? Karena data pada hari Lebarannya itu rendah. Salah satu peresentase (kasus) terendah itu justru di hari Lebaran. Sekarang ada kenaikan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil usai Inspeksi Mendadak (Sidak) ke IGD RSHS, Sabtu, 12 Juni 2021, malam, dilaporkan Republika.

Menurut Emil, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur Jabar secara keseluruhan ada di 68%. Artinya, sudah melewati standar WHO tapi masih di bawah titik kritis dari pemerintah pusat.

"Kalau di- zoom lagi ke daerah Bandung Raya ini memang BOR-nya sudah sangat tinggi karena 50% pasien datang dari luar Kota Bandung memilih untuk mendapatkan perawatan Covid di sini. Sehingga, menaikkan BOR di angka 85%," paparnya.

Dari rata-rata pasien yang ke Bandung itu, kata Emil, ia mengecek paling banyak datang ke rumah sakit Hasan Sadikin (RSHS). Di RSHS ini, terbagi dua kalau ruang isolasi ICU keterisiannya 64% termasuk tinggi.

Namun, ICU dari dulu sampai sekarang memang selalu tinggi karena jumlah tempat tidur terbatas hanya 40%. Jadi, keterisiannya ada di 80%.

"Jadi saya titip ke media juga jangan memperpanik karena ICU dari dulu seperti itu. Jatah bed untuk Covid 19 masih 26% jadi masih ada ruang menjadi 40% dua kali lipatnya kalau kira-kira ruang isolasi yang 60% ini naik mendekati penuh, maka ada pergeseran dikonversi menjadi bed Covid-19," kata Emil.

Jadi intinya, kata Emil, ada kenaikan tapi masih terkendali. Pemerintah,  sudah menyiapkan kalau terjadi kenaikan rasio bed untuk Covid-19 menjadi lebih tinggi dari rata-rata 20 ke 30 sampai 40% maka isolasi non rumah sakit akan disiapkan.

"Karena catatan RSHS banyak yang sedikit-sedikit ingin ke rumah sakit padahal diagnosanya cukup isoman," katanya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

UMKM Binaan bank bjb Sukses Ekspor Produk ke Luar Negeri

Selasa, 27 September 2022 | 15:53 WIB
X