PSBB dan Larangan Mudik Jadi Pukulan Ganda Toko Oleh-oleh Bandung

- Rabu, 12 Mei 2021 | 08:59 WIB
Toko oleh-oleh di Jalan dr Djunjunan, Pasteur, yang sepi pembeli.
Toko oleh-oleh di Jalan dr Djunjunan, Pasteur, yang sepi pembeli.

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM -- Sebagai kota wisata, Bandung memiliki banyak toko oleh-oleh di setiap sudutnya. Toko-toko itu biasa menjual penganan khas Sunda yang bisa dibawa pelancong sebagai buah tangan bagi kerabat mereka.

Kondisi toko yang selalu ramai setiap hari, kini berubah drastis. Di lapak oleh-oleh sepanjang Jalan Dr Djunjunan, Pasteur, misalnya, tak ada antrean pembeli seperti yang biasa terlihat di musim Lebaran.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai diterapkan pada 22 April 2020, menjadi titik awal dari kerugian para pedagang. Ditambah, pemerintah sudah dua kali mengeluarkan larangan mudik Idulfitri.

“Dari PSBB dulu sampai sekarang 80% mungkin ruginya,” ujar seorang pedagang toko oleh-oleh di Pasteur, Sugit (32) kepada Ayobandung.com, Selasa, 11 Mei 2021.

Menurutnya, pendapatan dari setiap toko oleh-oleh berasal dari wisatawan yang masuk ke Kota Bandung. Semenjak wisatawan berkurang, sasaran pasar toko-toko itu pun ikut hilang.

Sejumlah toko terpantau tutup. Ada beberapa toko yang bertahan, namun sepi. Tak ada kendaraan yang terparkir seperti dahulu.

Menurut Sugit, toko yang masih buka pun rata-rata menjajakan barang titipan yang diproduksi oleh pihak lain, seperti brownies, pisang sale, bolu susu, dan tempe mendoan. Jadi, mereka tidak mengeluarkan modal sepeserpun dan hanya jadi perantara dari penjualan.

Selama pandemi, toko oleh-oleh mayoritas hanya dikunjungi oleh pembeli domestik dari dalam Kota Bandung. “Gara-gara enggak ada wisatawan mungkin, jadi orang-orang sini lagi yang beli,” ungkapnya. (Uray Arulsyah Muhammad)

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

8 Rute DAMRI Bandung Ditutup Sementara

Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:31 WIB

Pasien Covid-19 di RSHS Hanya Tersisa 9 Orang 

Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:05 WIB

PWI Jawa Barat Komitmen Wujudkan Kompetensi Wartawan

Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:38 WIB
X