Masjid Miftahul Manan, Oasis di Tengah Sibuknya Terminal Cicaheum

- Sabtu, 17 April 2021 | 21:11 WIB
Masjid Miftahul Manan yang berlokasi tepat di belakang terminal Cicaheum.
Masjid Miftahul Manan yang berlokasi tepat di belakang terminal Cicaheum.

CICAHEUM, AYOBANDUNG.COM -- Di tengah hiruk pikuk orang-orang yang datang dan pergi, serta panasnya sengatan matahari di Terminal Cicaheum. Masjid Miftahul Manan yang berdiri di belakang Terminal Cicaheum bagai oasis di padang pasir yang menawarkan kesejukan dan ketenangan. 

Masjid yang sudah berdiri sejak 1931 tersebut kini tengah dalam tahap renovasi. Banyak tanda-tanda pembangunan di berbagai sudut masjid yang langsung terlihat begitu menginjakkan kaki di masjid ini. 

"Sampai sekarang ini di renovasinya udah sembilan tahun, sampai saat ini belum beres," ujar Abah Dedi, pengurus Masjid Miftahul Manan kepada Ayobandung.com, Sabtu, 17 April 2021.

Abah Dedi menuturkan dari awal mula berdiri hingga sekarang, masjid ini sudah mengalami renovasi sebanyak empat kali. Tak ada kiblat arsitektur mengenai bangunan masjid ini, semuanya diserahkan kepada ketua DKM Masjid Miftahul Manan

Masjid yang berdiri di tanah seluas 256 meter persegi ini memiliki dua lantai dengan tangga di sisi kiri dan kanan nya. Terdapat banyak bekas tanda silang guna mengatur jarak jamaah satu dengan jamaah lainnya. 

Di bulan Ramadan, masjid ini menyediakan takjil untuk berbuka puasa dengan jumlah tak menentu tergantung jumlah jamaah yang hadir di hari tersebut.

"Ada takjil, jumlahnya tergantung kalau jamaahnya banyak ya takjilnya banyak. Ada yang ngasih juga dari luar, dari pasar, dari warga dikumpulin dari sini. Dari DKM untuk takjil ngeluarin dana tiga hari sekali, kalau dari warga ganti-gantian setiap hari,” katanya. 

Kegiatan keagamaan di Masjid Miftahul Manan kini tengah dibatasi akibat pandemi. Setiap hari Jumat setelah ashar ibu-ibu majelis taklim mengadakan pengajian rutinan. Sementara itu untuk tadarus Quran diadakan setiap hari selasa setelah magrib sekaligus kultum yang dihadiri oleh laki-laki. 

Sebelum pandemi, kegiataan keagamaan lebih banyak. Biasanya setiap hari masjid ramai oleh pengajian dan kultum yang diadakan setiap sore. 

Begitu memasuki masjid, kita akan merasakan hawa yang begitu kontras dengan lingkungan terminal yang berada di depan masjid ini. Semilir angin yang berhembus dari tanaman di sekitar masjid, begitu terasa hingga ke dalam masjid. 

Tak heran, banyak orang yang menghabiskan waktu di masjid ini, singgah untuk beribadah ataupun sekedar melepas lelah dari perjalanan yang memakan waktu. Masjid ini terbuka selalu dan tak pernah dikunci, membiarkan siapapun bebas keluar masuk sesuka hati. 

“Kalau di masjid lain kan ada jam-jam tutup, mau dzuhur atau mau ashar buka, kalau masjid ini jika ada orang luar mau istirahat atau solat silahkan,” tutup Abah Dedi. 

Banyaknya pendatang yang memilih masjid ini sebagai tempat istirahat maupun beribadah, membuat protokol Kesehatan pun diterapkan dengan ketat. 

Begitu memasuki pelataran masjid yang memiliki kapasitas sekitar 700 jamaah ini, kita akan melihat wastafel tempat mencuci tangan lengkap dengan sabun. Tak lupa dengan disertai pembatas silang yang menempel di ubin masjid. (Iis Muslimah)

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Perayaan Tahun Baru 2022 di Bandung Dilarang!

Selasa, 30 November 2021 | 10:23 WIB

PSI Walk Out Saat Rapat RAPBD, Ini Tanggapan Oded

Senin, 29 November 2021 | 16:03 WIB
X