Dilarang Berdagang Emperan, 'Koboi' di Pasar Andir Tembakkan Senjata Api

- Kamis, 15 April 2021 | 15:05 WIB
Pengancam petugas PD Pasar Andir diamankan atas penggunaan senjata api.
Pengancam petugas PD Pasar Andir diamankan atas penggunaan senjata api.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Seorang pedagang mengancam petugas di Pasar Andir dengan menggunakan senjata api. Pelaku mengancam karena dilarang berdagang secara emperan di sekitar pasar tersebut. 

Pelaku telah diamankan oleh Polsek Andir dan selanjutnya diserahkan kepada Sat Reskrim Polrestabes Bandung. Pelaku lain yang diketahui menjadi pembeli senjata api tersebut pun turut diamankan. 

"Pelaku menggunakan senjata api jenis flare, kemudian menembakkan senjata api tersebut karena tidak terima dilarang oleh PD pasar untuk berjualan di emperan. Sementara itu, di dalam Pasar Andir tersebut juga sudah disediakan los-los atau kios-kios untuk berjualan," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang, Kamis, 15 April 2021. 

"Namun, yang bersangkutan tidak menerima. Untuk menakut-nakuti petugas PD Pasar Andir kemudian dia menembakkan sebuah pistol flare sebanyak tiga kali," tambahnya.

-
Senjata api yang digunakan pelaku. (Ayobandung.com/Idham Nur Indrajaya)

Pelaku berinisial A mendapatkan senjata api itu di sebuah toko online. Sat Reskrim Polrestabes Bandung pun melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap pemilik toko yang bersangkutan. 

"Pistol tersebut didapatkan dari salah seorang tersangka yang lain dengan inisial A. Tersangka inisial A ini, dari pengakuannya, mendapatkan pistol tersebut dari belanja online. Nanti akan kita kembangkan belanja online itu di mana untuk kemudian nanti kita ungkap, kita kembangkan karena dia termasuk penyedia," sambung Adanan. 

Atas perbuatannya, pelaku pun dikenakan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dengan ancaman hukuman di atas sembilan tahun. 

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

X