Pasir Koja Jadi Daerah Paling Rawan Gelandangan Pengemis

- Selasa, 13 April 2021 | 14:11 WIB
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung, Dadang Aziz Salim.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung, Dadang Aziz Salim.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung telah membuat pemetaan potensi rawan timbulnya Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama Ramadan. Area potensi PPKS ini diklasifikasikan ke dalam tiga zona yaitu zona merah, kuning dan hijau.

“Kalau merah itu rawan. Kuning masih bisa diatasi. Hijau itu lebih tidak mengganggu ke pengguna jalan,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung, Dadang Aziz Salim, Selasa, 13 April 2021.

Dadang menyebutkan salah satu zona merah yang paling rawan di Kota Bandung adalah Pasir Koja. Menurutnya, PPKS di wilayah tersebut justru dihimpun dan memiliki koordinator yang memimpin.

Menurut Dadang, PPKS di lokasi tersebut kerap melawan ketika dilakukan penjangkauan. Sedangkan tim Unit Social Respon (USR) Dinsos tidak bisa melakukan tindakan tegas karena tetap mengedepankan upaya persuasif.

“Titik merah yang rawan itu seperti di Pasir Koja itu susah karena ada yang 'pegang'. Jadi ada yang mengoordinir. Di sana itu mereka bisa sampai ketok-ketok pintu (kendaraan). Sulit juga dijangkau penertiban,” jelasnya.

“Kebanyakan mereka itu melawan saat dilakukan penjangkauan. Tapi karena kami namanya juga sosial jadi tidak bisa lebih keras lagi. Makanya cukup sulit. Jadi ya kita kerja sama dan meminta bantuan Satpol PP atau aparat terkait lainnya,” tambahnya.

Dadang tidak memungkiri pada Ramadan ini tim USR Dinsos Kota Bandung kerap kewalahan melakukan penjangkauan. Sehingga ia mengatakan, dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak baik instansi pemerintah, lembaga swasta, ataupun masyarakat.

“Kami keterbatasan sarana dan prasarana dan SDM. Karena keterbatasan anggaran, jadi kami hanya bisa merekrut 30 orang,” terangnya.

Dadang menuturkan, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Karena khusus di tengah pandemi Covid-19 ini ada tambahan penanganan masalah penanganan virus. 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Sah! Kota Bandung Deklarasi Jadi Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 14:30 WIB

Pemusnahan Sabu 1,196 Ton Dilakukan di 2 Tempat

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:39 WIB
X