Mudik Lebaran Dilarang, Sopir Elf Bandung-Cirebon Pasrah

- Jumat, 9 April 2021 | 07:21 WIB
Ilustrasi elf.
Ilustrasi elf.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah secara resmi melarang mudik Lebaran tahun ini. Aturan pelarangan tersebut berlaku pada 6-17 Mei 2021. Namun sebelum tanggal tersebut, masyarakat tetap diimbau untuk tidak berpergian. 

Larangan mudik pastinya berdampak pada angkutan umum yang biasa menerima untung banyak menjelang dan setelah Lebaran. Dengan adanya larangan mudik ini, para supir angkutan umum antar daerah mengaku bingung dan serba salah hingga pasrah. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Ahmad Fauzi. Sopir Elf jurusan Bandung-Cirebon ini mengaku bingung dan pasrah untuk mengikuti keputusan pemerintah. 

“Biasanya kalau mau Lebaran itu ramai, pendapatan lumayan. Sekarang sudah dua kali (menjelang Lebaran) pendapatan merosot. Ya kita ikut pemerintah saja bagaimana keputusannya. Bingung lah kalau misalnya gak jalan, gimana kan anak istri di rumah,” ungkap pria yang sudah 26 tahun menjadi sopir angkutan umum ini kepada Ayobandung.com, Kamis, 8 April 2021. 

Larangan mudik Lebaran 2021 merupakan kali kedua yang dilakukan oleh pemerintah selama masa pandemi Covid-19. Tahun lalu pun pemerintah menurunkan larangan mudik Lebaran. Hal ini pula sempat dirasakan oleh Ahmad Fauzi. 

Untuk mudik Lebaran 2020, Ahmad Fauzi mengaku hanya membawa penumpang sebanyak 6 orang sekali jalan. Hal tersebut merupakan ketentuan dari pemerintah yang harus ia patuhi. 

“Waktu kemarin (Lebaran 2020) dibatas cuma 6 orang, lebih dari 6 orang diturunin. Sekarang penumpang drastis (turunnya), kemarin 3 bulan lalu udah mulai lumayan, sekarang penumpang udah merosot lagi. Pengennya sih semua harapan dari sopir angkutan umum, (mudik) jangan dilarang, banyak yang mengeluh juga kan,” ujar Ahmad. 

Bandur, yang juga sopir Elf jurusan Cirebon–Bandung mengaku pasrah dan ikut semua keputusan pemerintah. “Pelarangan mudik pasti berpengaruh ke pendapatan, tapi ya gimana itu aturan main yang di sana (pemerintah). Kami-kami ikut-ikut bae, pasrah saja, ikut saja, ya gimana mau melawan juga kan,” katanya. 

Sama halnya seperti Ahmad Fauzi, Bandur berharap mudik tahun ini diperbolehkan, “Harapannya mudik dibebaskan, tapi pake protokol kesehatan. Diperbolehkan lah mudik, tapi protokol kesehatannya diterapkan ketat,” ujar Bandur. 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Pemusnahan Sabu 1,196 Ton Dilakukan di 2 Tempat

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:39 WIB
X