Korban Pelemparan Batu di Arcamanik Meninggal Dunia di RSUD Ujungberung

- Minggu, 4 April 2021 | 09:30 WIB
Kaca mobil yang pecah setelah dilempar batu pada Minggu 28 Maret 2021.
Kaca mobil yang pecah setelah dilempar batu pada Minggu 28 Maret 2021.

ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM -- Salah satu korban pelemparan batu di Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, pada Minggu 28 Maret 2021, dikabarkan meninggal dunia. Korban bernama Yulin Prakasa (50), mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Ujungberung setelah sempat menjalani operasi craniotomy karena adanya keretakan pada tulang dahi. 

Lewat informasi dari E (39), warga sekitar TKP, korban yang ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di depan ruko akhirnya meninggal dunia setelah memperoleh perawatan dan operasi di rumah sakit. 

"Info dari Relawan Bandung, korban pelemparan yang pakai mobil plat Z meninggal tadi pagi," ujar E melalui pesan singkat kepada Ayobandung.com, Sabtu 3 April 2021.

Ami, keponakan Yulin, membenarkan soal info itu. Yulin meninggal dunia di RSUD Ujungberung sekitar pukul 22.20 WIB, Jumat 2 April 2021. Sebelumnya, mendiang sempat dinyatakan koma pada Rabu 31 Maret 2021 siang.

Pada pukul 19.00 WIB, Jumat, kondisi mendiang sempat membaik. Namun, Ami yang pada saat itu memutuskan pulang bersama anak pamannya, tiba-tiba mendapat informasi soal kondisi Yulin yang tiba-tiba memburuk. 

"Sekitar jam 9 malam lebih kami dapat kabar kalai kondisi om terus drop, sampai harus pakai alat pacu jantung segala. Saya dan suami sudah mau pergi, tapi saya bilang 'makan dulu bentar habis itu kita pergi'. Pergilah kita jam 10-an. Sekitar jam 22.20, kami sudah dekat sekitar Sukamiskin, dan tante nelpon anaknya om sambil nangis-nangis," ujar Ami melalui pesan singkat. 

Untuk diketahui, pada Minggu 28 Maret 2021, tiga pengendara mobil menjadi korban pelemparan batu di Arcamanik. Dua pengendara jadi korban di Jalan Pacuan Kuda, dan satu pengendara lagi di Jalan A.H. Nasution.

Pengendara yang disebut terakhir adalah Yulin yang saat ditemukan sudah dalam keadaan tak sadarkan diri dan mobilnya dipenuhi bercak darah. 

-
Batu yang ditemukan di dalam kendaraan korban. (dok. Ami)

Menurut Ami, ibu Yulin hanya sempat sekali membesuk saat Yulin dirawat di ICU. Beliau datang dan melihat anaknya yang tidak sadarkan diri. Di telinga Yulin, ibunya berbisik: "Kasep bageur, ieu Mamah di dieu. Geura gugah bageur. Yuk urang uih, sadayana tos ngarantosan (Sayang, ini Mama di sini. Cepat bangun sayang. Yuk kita pulang, semua sudah menunggu)."

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Pemusnahan Sabu 1,196 Ton Dilakukan di 2 Tempat

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:39 WIB
X