Dilema Sopir Angkot Bandung, Penumpang Hilang hingga Bersaing dengan Damri

- Kamis, 1 April 2021 | 17:13 WIB
Sopir angkutan umum atau sopir angkot adalah salah satu dari sekian banyak jenis pekerjaan yang merasakan dampak langsung dari adanya pandemi.
Sopir angkutan umum atau sopir angkot adalah salah satu dari sekian banyak jenis pekerjaan yang merasakan dampak langsung dari adanya pandemi.

CIBIRU, AYOBANDUNG.COM -- Sopir angkutan umum atau sopir angkot menjadi salah satu dari sekian banyak jenis pekerjaan yang merasakan dampak langsung dari adanya pandemi. 

Gegara pandemi Covid-19, mau tak mau banyak sekolah dan kampus diliburkan. Perkantoran pum menerapkan work from home (WFH). Imbasnya, penghasilan sopir angkot turun drastis. 

Belum lagi persaingan dengan bus kota Bandung seperti Trans Metro Bandung (TMB) dan DAMRI yang membuat para sopir angkot kelabakan dalam mencari penghasilan.

Hal itu dirasakan oleh Dede Darman (70), sopir angkot jurusan Cibiru-Cicadas, yang mengakui, penghasilannya kini tak menentu karena pandemi Covid-19.

“Dulu (penghasilan) angkot bagus, sekarang mah hancur, dikarenakan anak sekolah berhenti, anak kuliah udah gak ada, sekarang yang punya mobil besar-besar TMB dan DAMRI dibanyakin dikeluarin, sekarang hancur angkot, kadang-kadang gak sempet setoran,” keluh Dede kepada Ayobandung.com, Kamis 1 April 2021.

Dede berharap jumlah TMB dan DAMRI bisa sedikit dikurangi. Dia juga meminta agar para sopir TMB dan DAMRI tidak menaikkan maupun menurunkan penumpang di sembarang tempat, melainkan di shelter yang sudah disediakan.

Hal senada juga diutarakan Iwan, yang sudah lebih dari 5 tahun menjadi pengemudi angkot. “Ya itu (DAMRI) ngetemnya terlalu lama, kalau bisa jangan ngetem lah, atau lima menit berangkat, kalau DAMRI sekarang mah kayak angkot ngetemnya, belum penuh mah diem terus,” katanya. 

Iwan juga menambahkan, jika DAMRI hanya mengambil penumpang di tempat yang seharusnya maka ada harapan untuk angkot untuk bisa meraih penghasilan yang lebih lumayan lagi. 

“Kalau DAMRI ngambilnya dari shelter ke shelter kayanya angkot juga agak hidup lagi lah. Soalnya penumpang dari shelter ke tujuannya bisa naik angkot,” tutup Iwan. 

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Toko Mas Gaya Baru Kosambi Dirampok!

Senin, 20 September 2021 | 16:04 WIB

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung 20 September 2021

Senin, 20 September 2021 | 05:58 WIB

Jadwal SIM Keliling Kota Bandung 18 September 2021

Sabtu, 18 September 2021 | 05:00 WIB

5 Toko Roti Nuansa Jadul Terpopuler di Kota Bandung

Jumat, 17 September 2021 | 18:51 WIB
X