Para Pemanjang Usia Aksara Sunda (2)

- Kamis, 18 Februari 2021 | 11:58 WIB
Tenaga pengajar di Universitas Kristen Maranatha, Willyanto Wirawan Ngapon (42), saat membaca buku ceritanya Si Cimeng yang dia tulis dalam aksara Sunda, di kediamannya, di Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (10/2/2021).
Tenaga pengajar di Universitas Kristen Maranatha, Willyanto Wirawan Ngapon (42), saat membaca buku ceritanya Si Cimeng yang dia tulis dalam aksara Sunda, di kediamannya, di Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (10/2/2021).

“Potensi peluang masih ada jika didukung berbagai hal, misalnya regulasi pemerintah, masyarakat sendiri untuk menggunakan aksara Sunda, juga para ahli untuk menyempurnakan tata tulisnya,” katanya.

Aksara Sunda baku saat ini masih memiliki persoalan yang harus segera ditanggulangi para ahli. Belum ada buku atau aturan untuk tata tulis seperti singkatan, istilah asing, dan lain-lain. 

Selain itu, masih ada perdebatan tentang istilah aksara Sunda yang digunakan di Tatar Sunda antara abad ke-14-16 dengan aksara Sunda baku kekinian. Sejumlah ahli dan tokoh menilai aksara Sunda baku tidak bisa dipakai untuk membaca naskah Sunda Kuna karena adanya perbedaan. Aksara Sunda kuna dinilai lebih sulit bentuk dan tata tulisnya, terutama oleh orang yang baru mengenal aksara Sunda baku.

Kolaborasi

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat (BBJB) Syarifuddin mengatakan, upaya peningkatan kualitas penggunaan bahasa, sastra, dan aksara daerah dilakukan melalui berbagai bentuk, di antaranya lomba, festival, penelitian, dan siaran rutin di radio.

Setiap Senin pukul 15.30 WIB, pihaknya rutin siaran di RRI untuk langkah pembinaan dengan beragam tema. Pakar, komunitas, seniman, hingga lembaga masyarakat dilibatkan.

Pihaknya memanfaatkan semua media sosial BBJB untuk publikasi dan pengembangan bahasa, sastra, dan aksara. Ke depannya, penulisan aksara daerah di media sosial akan menjadi salah satu fokus program BBJB.

"Itu juga merupakan rencana program ke depan BBJB untuk membuat aplikasi (kibor dan font). Sekarang kami sudah punya aplikasi SARASA (Sarana Tanya-jawa Bahasa dan Sastra). Ke depan kami akan membuat kamus digital bahasa Sunda," katanya, Rabu (17/2/2021).

Pihaknya pun membuka pintu bagi masyarakat untuk berkolaborasi dalam revitalisasi maupun pengembangan bahasa, sastra, dan aksara daerah. “Ya, insyaallah,” ujarnya.

(Liputan ini didukung oleh PANDI dalam program Merajut Indonesia melalui Digitalisasi Aksara Nusantara)

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 21 Januari 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 05:00 WIB
X