Santri Bergejala Ringan Diisolasi di Pesantren

- Jumat, 5 Februari 2021 | 10:31 WIB
Puluhan santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih menjalani isolasi di pondok pesantren, Kamis (4/2/2021).
Puluhan santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih menjalani isolasi di pondok pesantren, Kamis (4/2/2021).

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Pimpinan Pondok Pesantren (ponpes) di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya Tasikmalaya, Rifqi Fauzi mengatakan, puluhan santrinya yang terkonfimasi positif Covid-19 masih menjalani isolasi mandisi di ponpes.

Mereka ditempatkan di gedung yang sudah diberi tanda atau zonasi merah, sehingga tidak menularkan ke santri yang negatif. Isolasi ini untuk kondisi yang positif bergejala ringan saja seperti demam.

"Hanya 2 orang saja yang ada gejala sesak dan sudah dibawa ke rumah sakit. Pokoknya kalau ada yang sesak kami itu khawatir jadi langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Rifqi, Jumat (5/2/2021).

Menurutnya, saat ini santri yang ada pesantren sekitar 100 orang, positif dan negatif. Beberapa santri di antaranya sudah diperbolehkan pulang oleh gugus tugas karena memang sudah sesuai dengan waktu isolasi.

"Yang terkonfirmasi positif Covid-19 di pesantren sekira 60 orang itu akan berkurang karena masa isolasi yang sudah selesai," ucapnya.

Ia menuturkan, untuk kegiatan di pesantren pihaknya sudah bermusyawarah dengan muspika. kegiatan belajar akan dilakukan secara daring dulu. Jadi kemungkinan para santri di sini akan pulang semua dan semester ini dilakukan secara daring.

"Mungkin kalau sudah ada vaksin dan guru-gurunya divaksin kegiatan bisa berjalan lagi setelah lebaran idulfitri nanti, tuturnya.

Ia menambahkan, terkait awal mula kasus dirinya tidak mengetahuinya dengan jelas. Namun, pada dasarnya di pesantren itu berkoloni dan berdekatan, sehingga ketika ada kasus dapat langsung menyebar dengan cepat.

"Kami pun tidak tahu asalnya dari mana karena selama 6 bulan ini tidak ada gejala apa-apa.  Di desa sini juga ada yang positif dan itu berbarengan dengan yang di pesantren," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

X