Wali Kota Bandung Setuju Wacana Peniadaan Libur Imlek

- Selasa, 2 Februari 2021 | 15:39 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan lilin imlek di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisyah, Cibadak, Kota Bandung, Jumat (29/1/2021). Pekerja mulai mengerjakan pembuatan lilin pesanan berukuran besar untuk keperluan tahun baru imlek pada 12 Februari mendatang.
Pekerja menyelesaikan pembuatan lilin imlek di Vihara Dharma Ramsi, Gang Ibu Aisyah, Cibadak, Kota Bandung, Jumat (29/1/2021). Pekerja mulai mengerjakan pembuatan lilin pesanan berukuran besar untuk keperluan tahun baru imlek pada 12 Februari mendatang.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung, Oded M Danial mendukung wacana sejumlah kepala daerah tentang peniadaan libur panjang pada saat hari raya Imlek yang jatuh pada hari Jumat (12/2) mendatang.

Wacana tersebut muncul saat rapat koordinasi seluruh kepala daerah di Indonesia dengan para menteri yang dikoordinatori oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Panjaitan beberapa waktu lalu.

"Mudah-mudahan apa yang kemarin disampaikan dari kepala daerah malam Senin rapat dengan pak Luhut, Menko Maritim. Mudah-mudahan usulan dari kami bahwa apa namanya imlek itu usulan dari para kepala daerah tidak libur," ujarnya, Selasa (2/1).

Ia melanjutkan, usulan dari para kepala daerah kota dan kabupaten termasuk gubernur tanggal merah di hari raya Imlek ditiadakan. Diharapkan, hal tersebut dapat meminimalisir mobilitas masyarakat pada saat libur panjang.

"Kalau dilihat dari gesturnya beliau (pak Luhut) sangat mengapresiasi," katanya.

Oded pun mendukung agar hari Imlek yang jatuh pada hari Jumat tidak libur. "Iya, hari Imlek tidak libur, semua--banyaklah--peserta rapat koordinasi itu, banyak kepala daerah termasuk saya yang setuju," ungkapnya.

Ia mengaku masyarakat yang merayakan Imlek pun akan memahami bahwa kondisi pandemi Covid-19 masih terjadi dan telah memakan banyak korban. Terlebih wacana tersebut sedang digodok oleh pemerintah pusat.

Antisipasi lainnya, ia menuturkan, pengawasan dan pengetatan akan dilakukan terus. Salah satu yang harus tegas yaitu penindakan kepada para masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

"Ya, sekarang yang terpenting dalam penegakan aturan diprioritaskan. Satpol PP betapa banyak melakukan penyegelan," katanya.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

PSI Walk Out Saat Rapat RAPBD, Ini Tanggapan Oded

Senin, 29 November 2021 | 16:03 WIB
X