Mayoritas Kasus Positif Covid-19 di Kota Bandung Usia Produktif

- Sabtu, 19 Desember 2020 | 12:25 WIB
Sejumlah petugas gabungan dari Forkopimcam Kecamatan Cicendo melakukan operasi penggunaan masker di Jalan Cilember, Kota Bandung, Kamis (19/11/2020). Razia masker tersebut untuk meningkatkan kedisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan di masa adaptasi baru covid-19. Bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker, petugas memberikan sanksi berupa sanksi administrasi dengan membaya Rp 50.000 atau diberi sanksi sosial.
Sejumlah petugas gabungan dari Forkopimcam Kecamatan Cicendo melakukan operasi penggunaan masker di Jalan Cilember, Kota Bandung, Kamis (19/11/2020). Razia masker tersebut untuk meningkatkan kedisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan di masa adaptasi baru covid-19. Bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker, petugas memberikan sanksi berupa sanksi administrasi dengan membaya Rp 50.000 atau diberi sanksi sosial.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kebijakan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Bandung kembali dilanjutkan. Kali ini pengawasannya akan semakin diperketat mengingat level kewaspadaan di Kota Bandung masih berada di zona merah dengan risiko tinggi.

Ketua Komite Kebijakan Daerah Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial mengungkapkan, sebagian kasus konfirmasi positif yang terakumulasi terdapat pada rentang usia produktif. Yakni di usia 20-50 tahun yang jumlahnya mencapai lebih dari 50 persen.

“Mayoritas warga Kota Bandung yang terpapar merupakan warga yang beraktivitas di luar rumah. Usia produktif ini menyumbang sebanyak 2.616 kasus dari total konfirmasi positif sebanyak 4.891 kasus di Kota Bandung,” ungkapnya pada Rapat Terbatas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota bandung di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (18 Desember 2020).

Oded menegaskan, akan memperketat pengawasan terhadap penegakan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 73 Tahun 2020 tentang pelaksanaan AKB. Apalagi menjelang libur panjang di akhir tahun nanti diprediksi aktivitas masyarakat di usia produktif ini akan semakin meningkat.

Guna meningkatkan pengawasan tersebut, Oded menyatakan, akan membuat posko terpadu. Posko ini akan berisi personel gabungan dari TNI, Polri, dan unsur Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang akan berkoordinasi memperketat pelaksanaan AKB di Kota Bandung.

“Semua sepakat, kita akan membuat tim. Tim akan bekerja secara masif. Nanti akan ada posko terpusat, agar nanti pergerakan terkoordinasi dan bagus,” paparnya.

Dari posko inilah, koordinasi untuk pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Perwal Nomor 73 Tahun 2020 berjalan. Di antaranya, menindak sejumlah tempat yang melanggar kapasitas maksimal sebanyak 30 persen atau melebihi batas waktu operasional.

Oded mengatakan, penyegelan 4 buah toko moderen yang melewati batas jam operasional pada Kamis, 17 Desember 2020 menjadi contoh. Tindakan serupa ke depannya akan terus dijalankan.

“Mengetatkan pengawasan pusat perbelanjaan, pembatasan kegiatan masyarakat, pelaksanaan WFH, penutupan fasilitas publik, pengawasan ketat di pasar tradisional atau dan pasar tumpah," katanya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X