CERITA ORANG BANDUNG: Andri Perkasa Kantaprawira Aktivis Gerakan Sunda

- Senin, 23 November 2020 | 12:01 WIB
Andri Perkasa Kantaprawira.
Andri Perkasa Kantaprawira.

Berawal dari Bamus

Andri mengaku masuk ke dalam gerakan kasundaan terutama pasca keluar dari anggota KPU. Keterlibatannya di keanggotaan kasundaan itu berawal dari Bamus (Badan Musyawarah Sunda) dan Rukun Wargi Tatar Sunda.

Rupanya sepak-terjangnya, track record-nya sebagai anak muda yang lincah dengan berpengalaman di dunia politik yang cukup panjang dan komunikasinya baik serta lugas, banyak dilirik para sesepuh Jabar.

Akhirnya Andri diminta untuk mendamping Kang Memet Hamdan sebagai sekjen di Bamus. Semula berdirinya Bamus itu kata Andri adalah hasil dari urunan  uangnya sendiri, uang senior, dll, karena Andri dan teman-temannya dari dulu bukan tipe orang yang suka bernego dan menenteng proposal.

“Maka ketika  masuk ke gelanggang Sunda politik--bergaul dengan Kang Tjetje Hidayat Padmadinata, Ceu Popong, Kang Jaja Subagja Husen (Alm)--di situlah saya mendapatkan kepercayaan dan bertugas untuk mengolaborasikan elite-elite Sunda,“ kenang Andri. 

Andri juga waktu itu mengusulkan dibangun Wali Amanah Tatar Sunda (waktu itu Andri belum mengatakan Geraka Pilihan Sunda), kata “Wali” menurut Andri bukan hanya sekadar nama biasa, tapi punya mistik dan tingkat spiritualitas yang tinggi. 

Setelah dari Bamus Sunda, untuk melanjutkan perjuangan memperkuat representasi urang Sunda dalam kepemimpinan politik serta artikulasi kepentingan urang Sunda dalam menyuarakan hal yang fundamental, Andri  bersama Vega Karwanda Bratakusumah, Hadi Wirahadikusumah, Agung lham Saidi, dan didampingi sesepuh Mayjen (Purn) Iwan Sulanjana, Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin, K.H. Ayi Hambali, Dra. Hj. Eni Sumarni, dan 600 undangan yang hadir mendeklarasikan kembali “Gerakan Pilihan Sunda” tanggal 27 Desember 2017 dengan slogan “Membela Indonesia Melindungi Pasundan”.

Untuk memperkuat ketokohan di Jawa Barat (Sunda) pada Ulang Tahun Mang Ihin ke-90 tahun, mereka mewacanakan perlunya dibentuk Baris Olot/Karamaan di Tatar Sunda yang bisa menjadi semacam Ninik Mamak, yaitu semacam "Board of Trusty" kumpulan tokoh yang telah selesai dengan dirinya karena secara infrastruktur sosial urang Sunda secara alami sedang bagus-bagusnya.

Di Kewargaan, ada Yudi Latif, Ph.D., pemikir kebangsaan dan kenegaraan yang menulis buku Negara Paripurna; Dr. (Hc) Burhanudin Abdullah; Letjen (Purn) Djadja Suparman; Komjen (Purn) Adang Daradjatun; Prof. Dr. Ganjar Kurnia, Mayjen (Purn) Iwan Sulanjana; Ceu Popong Otje Djunjunan.

Di Keumatan, terdapat Prof. Dr. Haedar Natsir dan K.H. Aqil Siradj; merujuk pada bahasa akademis Andri mewacanakan sebagai Wali Amanah Tatar Sunda.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Waspada, Ini Daerah Rawan Pohon Tumbang di Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:56 WIB

Peserta PTM di Bandung yang Terpapar Covid Bertambah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Atlet Cemas Tak Dapat Kadeudeuh dari Pemkot Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:15 WIB

PTM di 12 Sekolah di Bandung Dihentikan Sementara!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Ini 2 Potensi Jabar dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:32 WIB

Kota Bandung Resmi Masuk PPKM Level 2

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:00 WIB
X