PSBM Kota Bandung Diterapkan Sesuai Permintaan Kelurahan

- Rabu, 7 Oktober 2020 | 19:19 WIB
Ilustrasi -- Mini Lockdown.
Ilustrasi -- Mini Lockdown.

REGOL, AYOBANDUNG.COM -- Minggu ini, Pemerintah Kota Bandung telah merencanakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di tingkat RT/RW. Hal ini dilakukan karena angka kasus positif masih terus bertambah dan jumlah pelanggaran protokol kesehatan oleh warga meningkat.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, PSBM tingkat RT/RW tersebut hanya akan dilaksanakan di 61 kelurahan di Kota Bandung yang masih memiliki kasus positif aktif. Pembatasan pun hanya berlaku di sejumlah RT atau RW yang masih memiliki warga positif Covid-19.

"Kami akan memberlakukan PSBM baik di tingkat RT maupun RW secara proporsional dengan melihat dan mempertimbangkan jumlah kasus konfirmasi positif di wilayah tersebut," ungkap Oded di Pendopo Kota Bandung, Rabu (7/10/2020).

Namun, ia mengatakan, pihaknya tidak akan serta-merta meminta camat atau lurah setempat untuk menerapkan PSBM tersebut. Pemkot Bandung akan menunggu pengajuan dari kewilayahan untuk menerapkan PSBM.

"Semangatnya kita ingin datang dari masyarakat, tapi koordinasi dengan kewilayahan tersebut (yang memiliki kasus positif aktif) terus kita lakukan," ungkapnya.

Pasalnya, ia mengatakan, pihak yang lebih memahami kebutuhan warganya adalah pemerintah kewilayahan setempat. Hingga hari ini, Oded mengatakan belum ada RT/RW atau kelurahan yang mengajukan pemberlakuan PSBM.

"Data masyarakat itu lebih akurat, mereka lebih tahu perlu atau tidaknya (PSBM). Tapi, seandainya sama sekali tidak ada yang mengajukan, kami akan tegur," ungkapnya.

Sehingga, ia mengatakan, hal ini sekaligus juga dapat menjadi ajang evaluasi bagi lurah atau camat setempat terkait kesigapan penanganan Covid-19 di wilayahnya. Pihak Pemkot Bandung akan tetap melakukan pengawasan pada kelurahan-kelurahan dengan jumlah kasus positif aktif tertinggi.

"Jadi saya bisa melihat, (kalau tidak mengajukan PSBM), sebenarnya camat nya kerja atau tidak? Ini sekaligus jadi alat kontrol dan evaluasi. Bukan berarti kami tida peduli," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Waspada, Ini Daerah Rawan Pohon Tumbang di Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:56 WIB

Peserta PTM di Bandung yang Terpapar Covid Bertambah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Atlet Cemas Tak Dapat Kadeudeuh dari Pemkot Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:15 WIB

PTM di 12 Sekolah di Bandung Dihentikan Sementara!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:13 WIB
X