Pemerintah Janji Bantu Vaksin Covid-19 untuk Warga Tak Mampu

- Jumat, 11 September 2020 | 16:22 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, bila vaksin corona resmi ditemukan dan diproduksi massal, akan ada 2 skema distribusi vaksin bagi masyakarat Indonesia. Hal tersebut meliputi vaksin bantuan pemerintah dan vaksin mandiri.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, bila vaksin corona resmi ditemukan dan diproduksi massal, akan ada 2 skema distribusi vaksin bagi masyakarat Indonesia. Hal tersebut meliputi vaksin bantuan pemerintah dan vaksin mandiri.

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, bila vaksin corona resmi ditemukan dan diproduksi massal, akan ada 2 skema distribusi vaksin bagi masyakarat Indonesia. Hal tersebut meliputi vaksin bantuan pemerintah dan vaksin mandiri.

"Ada dua tipe vaksin, yang pertama adalah vaksin bantuan pemerintah untuk vaksinasi massal di bawah TNI/Polri, kerja sama dengan Menteri Kesehatan, PMI, dan Menteri Pendidikan," ungkapnya ketika menjadi pembicara di gelaran puncak Dies Natalis Unpad ke-63, Jumat (11/9/2020).

Nantinya akan dikerahkan 40 ribu calon perawat dan calon dokter dari berbagai daerah di Indonesia untuk membantu memberikan vaksinasi pada masyarakat. Dengan begitu, total dapat dikerahkan 1,5 juta dokter, perawat, dan bidan yang akan membantu imunisasi massal.

"Vaksin yang bantuan pemerintah dananya dari APBN. Data diperoleh lewat BPJS Kesehatan sesuai dengan data PBI (Penerima Bantuan Iuran) untuk warga yang membutuhkan," ungkapnya.

Sementara skema kedua, kata dia, adalah vaksinasi mandiri. Kelompok warga yang sanggup membayar vaksin sendiri diharapkan tidak bergantung pada dana yang telah dialokasikan pemerintah.

"Kita sangat harapkan masyarakat yang punya uang bisa bantu keuangan negara, vaksinnya jadi tidak gratis. Kita ketuk hatinya. Jangan yang gratis kalau bisa bantu pemerintah," ungkapnya.

"Vaksin mandiri bagus untuk mengurangi beban pemerintah karena pemasukan negara yang berkurang," ungkapnya.

Erick mengatakan, bila hasil kerja sama uji klinis tahap III dengan Sinovac telah berhasil, Indonesia telah memilih jatah 20 juta dosis vaksin yang sarana pembuatannya selesai akhir tahun ini dan 250 juta dosis yang dapat disiapkan di tahun depan.

"Kita juga sedang menjajaki kerja sama (vaksin Covid-19) antara UAE dengan Kimia Farma, sudah ada komitmen 10 juta dosis. Di kuarter satu diharapkan ada 50 juta dosis," ungkapnya.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Jadwal Sholat Bandung dan Sekitarnya, 25 September 2021

Sabtu, 25 September 2021 | 05:50 WIB

Informasi SIM Keliling Bandung, 25 September 2021

Sabtu, 25 September 2021 | 05:10 WIB

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung 24 September 2021

Jumat, 24 September 2021 | 06:00 WIB

Kota Bandung Masifkan Vaksinasi Massal di Selokah

Kamis, 23 September 2021 | 16:21 WIB

1.677 Sekolah di Kota Bandung Siap PTM

Kamis, 23 September 2021 | 16:09 WIB

Kasus Covid-19 Menurun, Kota Bandung Jaga Momentum

Kamis, 23 September 2021 | 15:57 WIB
X