Pelat Nomor Rusak, Harus ke Samsat atau Bikin di Pinggir Jalan?

- Jumat, 17 Juli 2020 | 15:34 WIB
Pelat nomor di salah satu sudut jalan raya Kota Bandung.
Pelat nomor di salah satu sudut jalan raya Kota Bandung.

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pembuatan pelat nomor kendaraan bermotor ilegal masih menjamur di beberapa lokasi.

Memodifikasi tanda Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) merupakan salah satu tindakan yang dianggap ilegal oleh kepolisian.

Kasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo mengatakan, pemilik kendaraan bermotor dilarang untuk mengubah bentuk pelat nomor, kemudian menggeser posisi angka agar lebih dekat ke huruf, dan sebagainya.

"Seperti hurufnya yang dimodifikasi, kemudian jarak antara huruf dan nomornya dirapatkan. Intinya jika tidak sesuai dengan standar maka kami akan tilang," ujarnya kepada Ayobandung.com, Jumat (17/8/2020).

Ketika ditanya soal manjamurnya pembuat pelat nomor kendaraan bermotor, Bayu mengatakan hal itu merupakan salah satu bagian dari usaha kecil dan menengah (UKM).

"Kami dari bidang lalu lintas apabila melihat pengguna pelat nomor tidak sesuai dengan standar maka kita lakukan penilangan. Memodifikasi pelat nomor, kemudian memalsukan pelat nomornya, tentu yang kami tindak adalah penggunanya bukan pembuatnya," ujarnya.

Pihaknya sudah beberapa kali mendatangi lokasi pembuat pelat nomor kendaraan bermotor di pinggiran jalan. 

"Kami tidak bisa menegur, karena itu UKM. Jadi silakan saja, asal sesuai aturan," ujarnya.

Dia menjelaskan, biasanya, pembuat pelat nomor menerima modifikasi untuk memperjelas warna huruf atau angka yang sudah pudar. 

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

X