Damri Belum Naikkan Kapasitas Penumpang Jadi 70%

- Jumat, 12 Juni 2020 | 17:17 WIB
Penumpang Damri saat pandemi corona.
Penumpang Damri saat pandemi corona.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Perum Damri saat ini memilih untuk tidak menaikan kapasitas penumpangnya menjadi 70% meski Kementerian Perhubungan memperbolehkan hal tersebut.

“Walaupun kami boleh isi 70% tapi kita lihat dulu ke depan. Jadi kami tetap di 50% dulu sekarang,” kata Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin dalam diskusi virtual, Jumat (12/6/2020).

Damri akan mengevaluasi terlebih dahulu untuk saat ini untuk menentukan bisa atau tidaknya kapasitas penumpang dinaikkan menjadi 70%. Milatia beranggapan, khusus transportasi bus, sangat brisiko jika kapasitas dinaikkan tanpa perkiraan lebih detail.

Milatia menuturkan, Damri memikirkan sejumlah pertimbangan meski bus yang dioperasikan masuk dalam kelompok eksekutif.

“Walau bus eksekutif kita tahu kelompok pelanggan ada pada tataran beberapa segmen menengah ke bawah. Tidak semudah itu menaikan kapasitas menjadi 70 persen dengan risiko kesehatan,” ujar Milatia.

Milatia beranggap pegawai Damri, khususnya pengemudi dan kru bus, juga sangat rentan menularkan dan tertular virus Covid-19. Meski saat ini transportasi sudah diperbolehkan melayani penumpang umum, Milatia menegaskan Damri juga tidak begitu saja membuka rute bus antar kota antar provinsi (AKAP).

“Kami berhati-hati sekali dan memperhitungkan betul untuk AKAP. Jangan sampai gara-gara ada sesuatu, pelanggan kami pergi dari Damri. Kami ingin penumpang merasa kalau naik Damri itu naik angkutan umum yang sehat,” kata Milatia.

Saat ini Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan dalam surat edaran tersebut diatur mengenai aturan kapasitas transportasi darat selama masa transisi menuju kenormalan baru.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

X