2.236 Jemaah Kota Bandung Gagal Haji, Diberangkatkan Tahun Depan

- Rabu, 3 Juni 2020 | 05:30 WIB
Ilustrasi -- Wali Kota Bandung Oded M Danial memberikan sambutan sekaligus pengarahan dan pelepasan jemaah haji Kota Bandung 2019, di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Senin (1/7/2019). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi -- Wali Kota Bandung Oded M Danial memberikan sambutan sekaligus pengarahan dan pelepasan jemaah haji Kota Bandung 2019, di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Senin (1/7/2019). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung menyatakan 2.236 calon jemaah haji dari Bandung gagal berangkat ke Tanah Suci di tahun ini.

Humas Kemenag Kota Bandung Agus Saparudin mengatakan jumlah tersebut merupakan kuota untuk Kota Bandung.

"Ini ada update informasi jadi jumlah jemaah haji Kota Bandung itu bukan 1.474, tapi 2.236 orang. Namun, batal berangkat tahun ini," kata Agus, Selasa (2/5/2020).

Menurutnya, biaya pendaftaran jemaah haji yang sudah masuk tidak akan dikembalikan. Bagi calon jemaah yang sudah mendaftar haji, otomatis datanya telah terdaftar untuk diberangkatkan ke Tanah Suci tahun depan.

"Nanti kan uang pelunasan akan disimpan badan pengelola keuangan haji di pusat. Untuk jumlahnya (pemberangkatan tahun depan) sesuai kuota 2.236 calon jemaah, termasuk petugas dan pembimbing haji," kata Agus.

Saat ini pihaknya akan segera menyosialisasikan pembatalan keberangkatan haji pada tahun ini kepada calon jemaah haji, termasuk soal biaya naik haji yang bakal dimanfaatkan untuk keberangkatan tahun depan.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji pada musim haji 2020/1441 Hijriah karena pertimbangan pandemi Covid-19.

"Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada 2020/1441 Hijriah," kata Menag dalam konferensi pers mengenai penyampaian keputusan pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah haji 2020/1441 Hijriah di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Pembatalan pemberangkatan jamaah haji tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 494/2020. Sesuai dengan amanat undang-undang selain persyaratan ekonomi dan fisik, kesehatan dan keselamatan jemaah haji harus diutamakan mulai dari embarkasi, di Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air. 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

PSI Walk Out Saat Rapat RAPBD, Ini Tanggapan Oded

Senin, 29 November 2021 | 16:03 WIB
X