Produksi Sampah Lebaran di KBB Turun saat Pandemi Covid-19

- Rabu, 27 Mei 2020 | 22:30 WIB
Petugas kebersihan mengangkut sampah. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Petugas kebersihan mengangkut sampah. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
<p> p><p><strong>PADALARANG, AYOBANDUNG.COMstrong> -- Produksi sampah lebaran saat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) relatif berkurang 50% dibandingkan dengan hari raya<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Idulfitri"> Idulfitria> tahun sebelumnya.p> <p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB Apung Hadiat Purwoko menerangkan, volume sampah usai<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Idulfitri"> Idulfitria> 1441 Hijriah mengalami kenaikan. Namun relatif lebih rendah dibandingakan<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Lebaran"> Lebarana> tahun lalu.p> <p>"Biasanya, pada saat<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Lebaran"> Lebarana> produksi sampah yang dibuang masyarakat meningkat 30%, tapi sampah<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Lebaran"> Lebarana> tahun ini turun," kata Apung melalui sambungan telepon, Rabu (27/5/2020).p> <p>Dia menuturkan, biasanya sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti setiap harinya mencapai 145 ton hingga 150 ton. Sementara usai<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Lebaran"> Lebarana> volume sampah meningkat menjadi 160 hingga 165 ton per hari.p> <p><strong>AYO BACA : strong>p><p>Hal itu di antaranya terjadi karena tidak adanya keramaian saat momen<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Lebaran"> Lebarana> akibat dampak pandemi virus corona. Selama tiga bulan terakhir, masyarakat diam di rumah tetapi volume sampah tidak mengalami peningkatan yang signifikan.p> <p>"Padahal kalau lebaran justru peningkatan volume sampah sangat drastis, tapi sekarang tidak," ujarnya.p> <p>Dia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya untuk mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA. Di antaranya dengan membuat peraturan daerah mengenai pengelolaan sampah. Melalui perda ini, pembuang sampah sembarangan bakal dikenai sanksi.p> <p>Dengan adanya perda tersebut, menurut dia, pengelolaan sampah akan lebih jelas dan fokus. Sebab, sanksi dan retribusi yang sebelumnya diatur dalam perda yang sama, kini ada dalam perda yang berbeda.p> <p>"Untuk nominal sanksi itu juga ada dalam perda. Dan nilainya sekarang lebih logis sehingga besar kemungkinan untuk diterapkan," ujarnya.p><p><strong>AYO BACA : strong>p>

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Waspada, Ini Daerah Rawan Pohon Tumbang di Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:56 WIB

Peserta PTM di Bandung yang Terpapar Covid Bertambah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Atlet Cemas Tak Dapat Kadeudeuh dari Pemkot Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:15 WIB

PTM di 12 Sekolah di Bandung Dihentikan Sementara!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Ini 2 Potensi Jabar dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:32 WIB

Kota Bandung Resmi Masuk PPKM Level 2

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:00 WIB
X