Kasus Covid-19 di Kota Bandung Terus Naik

- Selasa, 28 April 2020 | 13:06 WIB
Petugas memeriksa kendaraan yang hendak memasuki wilayah Kota Bandung di cek point perbatasan Kota Bandung-Cimahi saat pemberlakuan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Rabu (23/4/2020). (Ayobandung.com/Irfan Alfaritsi)
Petugas memeriksa kendaraan yang hendak memasuki wilayah Kota Bandung di cek point perbatasan Kota Bandung-Cimahi saat pemberlakuan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Rabu (23/4/2020). (Ayobandung.com/Irfan Alfaritsi)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung berjanji akan lebih memperketat cek poin selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyusul kenaikan positif Covid-19 hingga Senin (27/4/2020).

Berdasarkan data Covid-19 Kota Bandung, positif ovid-19 di Kota Bandung terus bertambah menjadi 220 orang hingga Senin (27/4/2020) malam. Jumlah tersebut bertambah signifikan dari sebelumnya yang sekitar mencapai 208 orang. 

"Apa yang saya dengar dan ikuti pada Sabtu kemarin (teleconference), pak gubernur jelas arahannya (PSBB) jauh lebih diperketat. Ekstremnya dari Bandung nggak bisa keluar Bandung termasuk sebaliknya kecuali (sektor) yang dikecualikan," ujar Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna di Balai Kota Bandung, Selasa (28/4/2020). 

Menurutnya, salah satu yang akan dibahas terkait pengetatan PSBB adalah para petugas yang berjaga di cek poin dapat beroperasi selama 24 jam. Namun, keputusan tersebut harus dilakukan oleh pimpinan.

"Di lapangan cek poin hanya dari jam 06.00 Wib sampai jam 20.00 Wib, artinya sebelum jam 6 dan jam 8 malam artinya lolos. Strategi harus diubah dan diperluas bisa saja cek poin 24 jam, apakah siap, itu (keputusan) pimpinan melihat kondisi personel," katanya.

Ia pun mengatakan tren positif corona di Bandung terus meningkat dan tidak mengalami penurunan. "(Tren) tidak pernah sekalipun turun, ini naik," katanya. Ia mengatakan, PSBB dijalankan dengan target pandemi corona bisa mereda bahkan selesai. 

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat lebih mentaati aturan PSBB yang ada untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah kecuali sektor yang dikecualikan. Menurutnya, 90 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandung sudah bekerja dari rumah.

Ia pun meminta agar perusahaan swasta dan toko-toko melakukan hal yang sama mempekerjakan karyawan dari rumah. Menurutnya, masih ditemukan toko-toko yang tidak dikecualikan pada PSBB beroperasi seperti toko emas, pakaian, dan sepeda. 

"Kami mohon tutup toko pakaian, sepeda, emas. Apotik dan pasar modern masih bisa beroperasi tapi pasar modern dibatasi jam operasionalnya," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Waspada, Ini Daerah Rawan Pohon Tumbang di Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 17:56 WIB

Peserta PTM di Bandung yang Terpapar Covid Bertambah

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB

Atlet Cemas Tak Dapat Kadeudeuh dari Pemkot Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:15 WIB

PTM di 12 Sekolah di Bandung Dihentikan Sementara!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Ini 2 Potensi Jabar dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:32 WIB

Kota Bandung Resmi Masuk PPKM Level 2

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:00 WIB
X