Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan demi Majukan Pariwisata Bandung

- Kamis, 5 Maret 2020 | 17:35 WIB
Diskusi Panggung Civil Society: Menyukseskan Pariwisata Kota Bandung di Era Mobilisasi dan Orkestrasi di Podomoro Pavilion, Kamis (5/3/2020). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)
Diskusi Panggung Civil Society: Menyukseskan Pariwisata Kota Bandung di Era Mobilisasi dan Orkestrasi di Podomoro Pavilion, Kamis (5/3/2020). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Peranan pariwisata dalam perekonomian negara diprediksi semakin meningkat pada masa mendatang. Pasalnya, sektor pariwisata  telah masuk ke kelompok industri terbesar dunia (The World's Largest Industry).

Karena berperan sentral, pariwisata bisa meningkatkan pendapatan negara, devisa, dan penciptaan lapangan kerja. Tak terkecuali di Kota Bandung. Ibu kota Jawa Barat ini digadang-gadang sebagai salah satu kota kreatif dengan segudang potensi wisata. Namun, untuk memajukan sektor pariwisata Kota Bandung di era 4.0, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat citra Kota Bandung sebagai Kota Wisata.

Hal tersebut dibahas dalam diskusi “Panggung Civil Society: Menyukseskan Pariwisata Kota Bandung di Era Mobilisasi dan Orkestrasi”, di Podomoro Pavilion”, Kamis (5/3/2020).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Dewi Kaniasari mengatakan, salah satu hal yang tengah diupayakan pihaknya untuk memajukan pariwisata Kota Bandung adalah melalui pendekatan kearifan lokal.

"Kami tengah mengembangkan Kampung Wisata sejak 2019, pendekatannya berbasis pemberdayaan kearifan lokal dan produk-produk kreatif terkait. Kami juga mengajak kampus-kampus untuk melakukan inventarisasi," ungkapnya.

Namun, dia mengatakan, selama ini program tersebut masih terhambat sejumlah hal, di antaranya dalam mobilisasi masyarakat.

"Menggerakkan mereka menjadi tantangan tersendiri. Makanya kita hadirkan tempat berkreasi seperti coworking space di Braga," ujarnya.

"Percepatan kemajuan sektor pariwisata di Kota Bandung bisa terwujud kalau konsep pentahelix dijalankan dengan solid. Kami butuh kolaborasi dengan para mahasiswa dan elemen lainnya," tuturnya.

Hal tersebut diamini Ketua Prodi Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjajaran Evi Novianti. Selain itu, Evi mengatakan, salah satu hal yang penting untuk ditanamkan dalam pariwisata Kota Bandung adalah unsur kenyamanan dan rekreasi yang dapat dinikmati wisatawan alih-alih hanya menggenjot sisi teknologi.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Komisi D DPRD Kota Bandung Minta Disdik Evaluasi PTM

Jumat, 28 Januari 2022 | 14:23 WIB

Kota Bandung Targetkan Tak Ada Kabel Menjuntai 2023

Jumat, 28 Januari 2022 | 13:44 WIB

Ini Alasan Kajati Jabar Tetap Tuntut HW Hukuman Mati

Jumat, 28 Januari 2022 | 10:11 WIB

Ketua Umum Minta Maaf Demo Ormas GMBI Berujung Ricuh

Kamis, 27 Januari 2022 | 22:37 WIB

Ini Kata PDIP Soal Desakan Pecat Arteria Dahlan

Kamis, 27 Januari 2022 | 18:44 WIB

Aksi Demo Ormas GMBI Berujung Ricuh di Polda Jabar

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:00 WIB
X