[Lipkhas] Penurunan Tanah di Bandung Tercepat di Dunia, Ridwan Kamil : Saya Rapatkan Dulu

- Sabtu, 7 Desember 2019 | 11:37 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Ayobandung)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Ayobandung)

AYO BACA : [Lipkhas] Soal Penurunan Tanah, Sekda Bandung: Kewenangan Ada di Provinsi

AYO BACA : has] Antisipasi Penurunan Tanah, Purwakarta Perbanyak Tanam Pohon

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Peneliti sekaligus Dosen Jurusan Geodesi ITB, Heri Andreas, menyebutkan bahwa wilayah Bandung Raya sejak 1980 memiliki laju penurunan tanah atau land subsidence tercepat di dunia.

Hingga saat ini, dia mengatakan, penurunan tanah di Bandung Raya mencapai 10-20 cm per-tahun.

Hal ini disebabkan oleh maraknya pembangunan yang mengakibatkan tingginya kebutuhan konsumsi air tanah. Beberapa kawasan yang disebutkan mengalami penurunan tanah yang cepat adalah Cimahi, Dayeuhkolot, Majalaya, Banjaran, Rancaekek.

"Nah seiring waktu ke sini, malah tambah luas ke daerah Kopo, Pasir Koja ke arah timurnya ke Gedebage," ungkapnya pada Ayobandung.com beberapa waktu lalu.

Dampak dari tingginya laju penurunan tanah, Heri mengatakan adalah ancaman krisis air bersih yang dapat dialami warga dalam beberapa dekade ke depan. Sehingga, pemerintah diharapkan dapat membuat regulasi yang bisa menekan eksploitasi air tanah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebutkan belum memiliki paparan informasi yang memadai soal isu tersebut. Dirinya mengatakan akan merapatkan masalah tersebut dengan jajaran terkait.

"Isu ini pernah saya dengar, tapi saya belum ada paparan. Jadi saya mohon izin belum punya jawaban yang nyaman dan yakin," ungkapnya ketika ditemui di Trans Luxury Hotel Bandung, Jumat (7/12/2019).

 "Nanti saya izin rapatkan dulu. Nanti kita cari waktu menjawab itu," tambahnya. Dirinya menyebutkan rapat tersebut dilakukan guna mencari sumber permasalahan dan solusi yang diperlukan sebagaimana yang dilakukan dalam kajian Kawasan Bandung Utara (KBU).

"Seperti halnya KBU kan sudah dapat penyakitnya dan solusinya. Saya pasti akan kuatkan itu," ungkapnya.

Namun, dirinya menampik bila saat ini warga Kota Bandung dan Jawa Barat tengah mengalami krisis air bersih. Air tanah yang turun, dia mengatakan, sebenarnya bersumber dari keterbatasan jangkauan layanan PDAM sehingga tidak seluruh warga dapat mengakses air tanah yang tersedia.

"Itu karena PDAM pas-pasan. Sebenarnya semua yang hidup di dunia ini minum air bersih, cuma yang membedakan cara mendapatkannya," ungkapnya.

"Kalau disebut krisis air bersih, saya menolak secara ilmiah hal tersebut. Yang ada orang miskin saat ini dapat akses yang lebih mahal," tambahnya. Guna mengatasi hal tersebut, dirinya menyebutkan telah mengalokasikan dana senilai Rp1,4 triliun untuk memperbesar cakupan pelayanan air bersih di Jabar.

"Ini adalah salah satu strategi menjawab kepanikan warga yang tidak punya akses ke PDAM," ungkapnya

AYO BACA : Lipkhas] Ahli ITB: Hentikan Penurunan Tanah dengan Setop Eksploitasi Air Tanah

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Lokasi Ganjil Genap Bandung dan Aturan Lengkapnya

Minggu, 5 Desember 2021 | 06:00 WIB

Resmi! Kota Bandung Larang Perayaan Tahun Baru

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:52 WIB

Angka Pengangguran Kota Bandung Bertambah 3%

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:50 WIB
X