Angkutan Klasik Bandung: Bus yang Menjawab Tantangan Zaman

- Senin, 25 Maret 2019 | 13:52 WIB
Sejumlah bus pariwisata terparkir di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (24/10/2018). (Irfan Al-Faritsi/ayobandung.com)
Sejumlah bus pariwisata terparkir di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (24/10/2018). (Irfan Al-Faritsi/ayobandung.com)

KIARACONDONG, AYOBANDUNG.COM -- Perkembangan bus di Kota Bandung dari tahun ke tahun semakin mengalami peningkatan. Dahulu, bus memiliki banyak keterbatasan seperti karoseri yang kurang baik, muatan lebih dari 50 orang, hingga penumpang yang tak sesuai dengan tempat duduk yang tersedia.

Akan tetapi, transportasi ini kemudian menjawab tantangan zaman dengan memberikan sebuah bukti. 

Kini tak ada lagi bus di Kota Bandung yang membiarkan penumpangnya berdesakan atau melebihi kapasitas yang seharusnya. Terminal bus pun terus memperbaharui fasilitasnya, mulai dari dinding yang dicat mural, fasilitas pengisian baterai ponsel yang disediakan di ruang tunggu, hingga musala yang semakin luas.

Tak bisa dipungkiri, citra bus yang buruk, terminal yang minim fasilitas, hingga sopir yang ugal-ugalan memang masih terus membayangi. Akhirnya, segelintir orang lebih memilih menaiki kereta api sejak pembaharuan sistem kereta api meningkat menjadi semakin baik.

"Pas kereta api mulai memberlakukan penumpang harus memperlihatkan KTP dan perbaikan kereta ekonomi yang sangat baik dan enak, akhirnya di situ bus mulai bersaing dan meremajakan seluruh fasilitas dan sistemnya," kata Kordinatoor Daerah Jawa Barat Bismania Community, Akbar Sudrajat, Jumat (22/3/2019). 

Pembaharuan kereta api yang semakin nyaman membuat Dinas Perhubungan (Dishub) dan Perusahaan Otobus (PO) meremajakan kembali bus dengan sejumlah fasilitas. Bus-bus mulai dipasangi AC, menyediakan fasilitas makan, memiliki tempat duduk yang nyaman, serta menyertakan toilet.

AYO BACA : Angkutan Klasik Bandung: Nostalgia Bersama Damri Jadul

Bahkan, sekarang ada bus yang joknya menggunakan jok bekas tempat duduk pesawat. Selain itu ada juga sleeper bus alias bus yang dapat dijadikan tempat tidur. 

"Ada juga bus yang tempat duduknya tidak lagi menggunakan tuas untuk bisa mengatur jok. Sudah tinggal tekan tombol. Terus ada juga layanan screen di depannya," ujar Akbar. 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

X