Angkutan Klasik Bandung: Nostalgia Bersama Damri Jadul

- Senin, 25 Maret 2019 | 11:33 WIB
Bus Damri klasik yang bertengger di pool induk Kebon Kawung. (Fathia Uqimul Haq/ayobandung.com)
Bus Damri klasik yang bertengger di pool induk Kebon Kawung. (Fathia Uqimul Haq/ayobandung.com)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM -- Satu dekade lalu kita masih sering melihat bus-bus Damri tua berlalu-lalang di jalanan Kota Bandung. Kondektur Damri biasanya terus memaksa penumpang untuk masuk meski tempat duduk sudah penuh.

Asiknya berjejalan dengan penumpang lain, suaranya 'kreek.. kreek..' dari mesinnya, dan tarifnya yang murah membuat siapapun rindu pada moda transportasi ini. Sayang, beberapa tahun belakangan ini Damri legendaris itu secara resmi sudah tidak beroperasi lagi.

Ratusan bus Damri lama siap dijual dan dipotong-potong untuk segera dikilo ke penadah. Setelah bus Damri dalam kota mengalami peremajaan dengan penggantian sistem yang lebih baik, sampai tempat duduk yang lebih nyaman, tentu bus Damri jadul akan segera lenyap dari pool-nya. 

Sebelum bus-bus jadul itu siap dijual dengan alasan sudah tak layak pakai, Komunitas Pencinta Damri Bandung mengusulkan agar beberapa bus Damri dapat dilestarikan sebagai transportasi bersejarah. 

AYO BACA : Dilema Angkot Bandung: Hanya Terpusat dari Selatan ke Tengah Kota

Ketua Komunitas Pencinta Damri Bandung, Anjar Asmara, mengatakan bus-bus Damri lama banyak yang menganggur di garasi induknya di Jalan Kebon Kawung. Ia kemudian berpikir untuk meminta agar Damri bisa menyisakan dua busnya sebagai penanda sejarah. 

"Ya kita usulan aja mending sisain dua mobil buat dilestarikan karena itu kan sebagai sejarah dari transportasi di Damri juga itu, masa tidak ada peninggalannya," kata dia kepada ayobandung.com.

Usulan menyisakan dua bus Damri jadul sebagai kenang-kenangan memberangkatkan Anjar dan komunitasnya untuk mengirim surat pengajuan ke Damri Pusat di Jakarta. Birokrasi yang mulus serta respon yang cepat dan positif akhirnya menyisakan dua bus klasik Damri tahun 1985. 

Dua bus Damri klasik itu merupakan yang terbaik dari ratusan bus lama yang siap dijual kerangkanya. Anjar memilih yang terbaik karena mereka tahu kondisinya. 

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Atlet Cemas Tak Dapat Kadeudeuh dari Pemkot Bandung

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:15 WIB

PTM di 12 Sekolah di Bandung Dihentikan Sementara!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Ini 2 Potensi Jabar dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:32 WIB

Kota Bandung Resmi Masuk PPKM Level 2

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:00 WIB
X